Inilah Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Agus Yulianto

 Jumat 16 Jun 2017 13:14 WIB

Ribuan warga Palestina menghidupkan malam lailatul qadar di Masjid Al Aqsha. Foto: www.infopalestina.com Ribuan warga Palestina menghidupkan malam lailatul qadar di Masjid Al Aqsha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah SWT sengaja menyembunyikan pengetahuan tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar. Alasannya, untuk membedakan mana orang yang sungguh-sungguh mencari malam Lailatul Qadar dan mana orang yang malas.

Namun, dari beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, disebutkan, beberapa tanda Lailatul Qadar. Apa saja tanda-tanda tersebut? Pertama, hadis yang diriwayatkan oleh Ath Thoyalisi, dari Ibnu Abbas, Rasulullullah SAW bersabda yang artinya, "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan tampak kemerah-merahan." Dari hadis tersebut diketahui bahwa pada Lailatul Qadar, udara dan angin sekitar akan terasa tenang.

Hadis selanjutnya diriwayatkan oleh Muslim yang artinya, "Dari Abi bin Ka'ab, Rasulullah SAW bersabda: Subuh baru dari malam Lailatul Qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik". Merujuk pada hadits tersebut, maka tanda terjadinya Lailatul Qadar yang kedua adalah matahari yang terbit pada pagi hari dalam keadaan jernih, tidak ada pancaran sinaran.

Hadis ketiga juga diriwayatkan oleh Muslim, yang berbunyi: dari Abu Hurairah RA berkata, "Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata: Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan." Dalam hadis tersebut, disebutkan bahwa tanda Lailatul Qadar selanjutnya terdapat pada bentuk bulan yang terlihat seperti separuh bulatan.

Namun, hadis lain juga menyebutkan, tidak sepenuhnya tanda Lailatul Qadar tersebut dapat dirasakan oleh semua orang. Sehingga tugas umat hanya menunaikan ibadah secara ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah SWT. Hal tersebut terangkum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Thobari, dia mengatakan, "Itu (tanda-tanda Lailatul Qadar) tidak mesti, seorang Muslim bisa saja mendapatkan malam mulia tersebut dan ia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tanda itu."

Play Podcast X