Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

 

Ini Perhitungan Lailatul Qadar Menurut Al-Ghazali

Jumat 16 Jun 2017 13:02 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Agus Yulianto

Malam Lailatul Qadar (Ilustrasi).

Malam Lailatul Qadar (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan 1438 H, terdapat malam lailatul qadar yang dinilai sangat agung dan bernilai kebaikan selama seribu bulan. Karenanya, malam lailaltul qadar banyak diburu oleh umat Muslim pada bulan Ramadhan. Lalu bagaimana kita mengetahui malam yang sangat istimewa tersebut?

Dalam kitab Ihya Ulumudin, Imam Al-Ghazali menyebut, setidaknya ada lima hal yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui keberadaan malam lailatul qadar. Pertama, jika hari pertama Ramadhan jatuh pada malam Ahad atau Rabu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 29 Ramadhan.

Kedua, jika malam pertama jatuh pada malam Senin, maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan. Selanjutnya, jika malam pertama Ramadhan jatuh pada malam Kamis, maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan. Keempat, jika malam Ramadhan jatuh pada malam Sabtu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan. Terakhir, jika malam pertama Ramadhan jatuh pada malam Selasa atau Jumat, maka lailatul qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan. 

Memang, tidak ada kepastian mengenai kapan datangnya malam lailatul qadar. Namun, rumus tersebut teruji dari kebiasaan para tokoh ulama yang menemui Lailatul Qadar yang diceritakan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA