Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

 

Panjang Jalan Nasional yang Dilalui Pemudik Bakal Berkurang

Rabu 07 Jun 2017 21:04 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Andi Nur Aminah

Jalan Nasional

Jalan Nasional

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Brebes Timur, Kabupaten Brebes hingga Weleri, Kabupaten Kendal bakal bisa diakses melalui jalan tol, pada H-7 lebaran nanti. Sehingga jalan nasional yang bakal dilalui pemudik bermobil pribadi terus berkurang di Jawa Tengah.

Meski begitu, di beberapa ruas tol ini kondisinya belum rampung 100 persen. Sebagian ruas masih berupa lean concrete (LC) atau beton tipis yang hanya bisa dilalui dengan kecepatan maksimum 40 hingga 50 kilometer per jam.   

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso mengatakan, dua pekan menjelang hajat mudik Lebaran, pemerintah terus mempercepat pembangunan jalan tol di pantura Jawa Tengah. Khususnya ruas tol yang menghubungkan Brebes Timur-Pemalang-Kendal serta Kendal-Semarang. Saat ini, dia menjelaskan, proses pengerjaan jalan tol ini terus mengebut sejumlah jembatan penghubung dan pekerjaan berupa perkerasan beton tipis.

“Harapannya, jalan tol ini sudah dapat optimalkan untuk dilalui para pemudik, meski sifatnya masih sebatas fungsional,” ungkapnya di Semarang, Rabu (7/6).

Melihat progres pekerjaan infrastruktur jalan ini, Hadi mengatakan, jalan tol ini dipastikan bakal fungsional sampai Weleri. Ruas tol dari Brebes Timur hingga Weleri sudah berupa LC dengan ketebalan 10 centimeter. Sedangkan proses pengerjaan jembatan jembatan yang menyambungkan ruas ini diprediksi beres pada H-10 Lebaran nanti. Dengan begitu jalan nasional yang bakal dilalui para pemudik hanya dari Weleri hingga Semarang.

Hadi menambahkan, agar jalan tol dari Brebes Timur hingga Kendal ini bisa berfungsi dengan baik, pemerintah telah menggelontorkan anggaran hingga Rp 73 miliar. Angaran itu dipergunakan untuk pengerasan, penerangan, rambu-rambu dan perbaikan akses keluar menuju jalan arteri kabupaten.

Bakal fungsionalnya jalan tol ini, masih kata Hadi, para stakeholder harus mengantisipasi potensi kemacetan yang berpeluang besar bakal terjadi. Terutama di sejumlah exit tol yang ada di ruas Brebes Timur hingga Weleri ini.

Ada exit tol yang disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi di jalur tersebut. Skenarionya, jika ada kemacetan kendaraan di exit tol Weleri maka kendaraan berikutnya distop di exit tol Pemalang.

Exit tol Pemalang tersebut dibuat untuk mengendalikan penumpukan kendaraan dan menghindari kemacetan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi di lapangan. Selain itu, juga disiapkan jalur alternatif untuk memecah kepadatan lalu lintas. “Untuk wilayah Kabupaten Tegal, nantinya ada tiga exit tol yang disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan di Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna; Balamoa, Kecamatan Pangkah dan Kecamatan Warureja,” jelasnya.

Exit tol sementara ini digunakan dengan sistem buka tutup melihat kondisi arus di jalan tol. “Sistemnya buka tutup melihat situasi dan kondisi. Kalau tidak ada antrean, exit ditutup,” lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah ini.

Selain exit darurat, sejumlah‎ rest area juga akan disediakan di dalam ruas tol. Di rest area tersebut, selain bisa beristirahat sejenak dan disediakan toilet, pemudik juga bisa mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Ada tujuh tempat rest area sementara, masing- masing di ruas tol Pejagan-Pemalang yang berada di KM 296A, KM 311A dan KM 303A. Di ruas Pejagan-Pemalang di KM 341+600A dan KM 367+200A, dan di ruas Batang- Weleri di KM 402A dan KM 448A,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang telah megirimkan surat edaran pemberhentian sementara operasional angkutan barang saat arus mudik/balik Lebaran tahun 2017. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto mengatakan surat edaran tersebut telah dilayangkan kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Semarang, Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) dan perusahaan- perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.

Intinya angkutan barang dilarang beroperasi atau melintas di jalan Kabupaten Semarang mulai H-4 dan H+3 Lebaran nanti. “Kecuali untuk angkutan BBM, sembako, ternak serta ekspedisi pos,” jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA