Muslim Indonesia di Cina Manfaatkan Libur Festival Perahu Naga

Red: Ani Nursalikah

 Senin 29 May 2017 15:35 WIB

Festival Perahu Naga di Beijing, Cina. Foto: Time Out Beijing Festival Perahu Naga di Beijing, Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sejumlah pelajar asal Indonesia menjadikan hari libur nasional Festival Perahu Naga di China pada Senin dan Selasa (30/5) sebagai momentum menghidupkan bulan suci Ramadhan.

"Tentu saya akan memperbanyak baca Alquran karena saya tidak harus pagi-pagi berangkat ke sekolah," kata Fikarina Tasya, siswi SMA Negeri 39 Beijing asal Indonesia, Senin (29/5). Selain baca Alquran, libur dua hari tersebut dapat menjadikan kondisi tubuh lebih prima dalam menjalani puasa di negeri Tirai Bambu itu pada musim panas dengan durasi rata-rata 16,5 jam per hari.

Setiap hari dia harus berangkat ke sekolahnya di kawasan Kota Terlarang pada pukul 06.00 waktu setempat (05.00 WIB) dan sampai di rumah pukul 18.00 (17.00 WIB). Namun, aktivitas sepanjang hari tersebut tidak membuat puasanya terganggu.

Apalagi sekolah tidak mempersoalkan ibadah yang dijalaninya itu. Di antara ratusan murid SMA Negeri 39 Beijing itu, terdapat dua orang yang menunaikan ibadah puasa.

Jadwal imsak Senin dan Selasa (30/5) di Beijing pukul 03.14 dan magrib pukul 19.34, sedangkan isya atau dimulainya shalat tarawih pukul 21.24 waktu setempat. Di belahan dunia bagian utara saat musim panas, waktu siang harinya lebih lama dibandingkan malam hari dengan suhu rata-rata 25-32 derajat Celcius.

Para pelajar di Changsa, wilayah tengah-selatan Cina menggelar buka bersama pada dua hari libur "Dragon Boat Festival" tersebut. "Buka bersama para pelajar digelar di masjid Changsa," kata Nifail Hafidzah, mahasiswi kedokteran salah satu perguruan tinggi di Ibu Kota Provinsi Hunan itu.

Demikian pula dengan sejumlah warga Indonesia di Shanghai. Mereka menggelar acara ngabuburit dan buka puasa bersama di rumah Patra Azwar selaku Ketua Keluarga Muslim Indonesia-Shanghai.

"Acara tersebut dihadiri sekitar 50 WNI Muslim di Shanghai," kata Suud Tasdiq dari panitia kegiatan yang diselenggarakan di kota terbesar di Cina itu.

Selanjutnya acara buka bersama yang dirangkai dengan pengajian, jamaah shalat magrib, jamaah shalat isya, dan dilanjutkan tarawih tersebut digelar di Konsulat Jenderal RI di Shanghai. Kegiatan buka puasa bersama juga digelar di Kantor Kedutaan Besar RI di Beijing. Pada hari pertama Ramadhan, Sabtu (27/5), buka puasa di Wisma Indonesia diikuti ratusan orang yang terdiri dari staf KBRI, pelajar, dan WNI.

Festival Perahu Naga merupakan tradisi masyarakat Cina untuk menandai masuknya musim panas. Pada perayaan yang dikenal dengan sebutan "zhongxiaojie" atau "longchuanjie" itu selalu disemarakkan dengan balapan perahu naga di sungai-sungai di daratan Cina, Taiwan, Hong Kong, Makau, dan Singapura.

Bacang merupakan makanan berbahan baku ketan yang di dalamnya berisi parutan kelapa, kacang kedelai, dan gula merah atau berbagai jenis daging-dagingan dan ikan yang wajib tersedia selama musim perayaan yang digelar mulai tanggal 5 bulan kelima sesuai penanggalan Cina tersebut.

Selama dua hari Festival Perahu Naga, sekolahan dan perkantoran di Cina, Taiwan, Hong Kong, dan Makau diliburkan, termasuk KBRI Beijing. Badan Pariwisata Nasional Cina memperkirakan selama Festival Perahu Naga tahun ini terdapat 80 juta kunjungan wisata yang bisa menghasilkan pendapatan senilai 33 miliar RMB (Rp 64,3 triliun). Beberapa objek wisata di negeri endemik panda tersebut yang menjadi favorit para wisatawan di antaranya Tierzhuang, Chengdu, Miluo, dan Sanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X