Baznas: Jadikan Ramadhan Madrasah Jiwa Raga

Red: Yudha Manggala P Putra

 Selasa 23 May 2017 14:24 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto: REUTERS/MOHAMED AL-SAYAGHI Ilustrasi Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengajak umat Islam menjadikan bulan Ramadhan yang akan segera datang menjadi madrasah jiwa dan raga sehingga mampu meningkatkan ketaqwaan.

"Mari menjadikan Ramadhan ini sebagai madrasah jiwa dan raga agar mencapai kesejatian taqwa. Taqwa yang sesungguh-sungguhnya, semurni-murninya taqwa kepada Allah SWT," kata Direktur Koordinasi Pengumpulan, Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional Baznas Arifin Purwakananta di Jakarta, Senin (23/5).

Dia mengatakan bulan puasa adalah kesempatan yang baik bagi Muslim untuk beribadah. Maka pada saat ini sebaiknya umat Islam menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita, hati gembira dan dada yang berbunga-bunga.

Hal yang tidak kalah penting, kata dia, adalah kembali mendengar seruan Allah sebagaimana tercantum dalam Alquran terkait puasa yaitu menjadikan rukun Islam keempat tersebut untuk menjadikan diri sebagai orang yang bertaqwa. "Pesan kebersamaan ini saya sampaikan... untuk menguatkan kita agar kita terus bersama memperbaiki diri, agar jiwa-jiwa ini menjadi lebih-baik, saling mengingatkan dalam kesabaran, saling mengingatkan dalam kebenaran," kata dia.

Dia mengatakan bulan puasa juga merupakan kesempatan baik bagi Muslim untuk berzakat karena saat Ramadhan setiap pahala digandakan dibanding hari biasa. Dengan kata lain, Arifin mengajak umat untuk bersama-sama membuat kebajikan dengan peduli dengan yang lebih lemah, membantu yang membutuhkan pertolongan, memberi makan yang kelaparan, memberi rasa kasih sayang bagi mereka yang yatim dan terlantar.

Semangat zakat, kata dia, harus terus digelorakan dengan menyisihkan sebagian yang dimiliki untuk membantu sesama yang membutuhkan. Membayar zakat dapat menjadi jalan ketaqwaan yang indah.

"Mari bertekad bersama, membangun kebajikan, membangun nilai-nilai kemanusiaan, membangun kehidupan yang lebih indah. Manusia tidak layak menjadi ancaman bagi manusia lainnya. Mari duduk bersama, musuh kita adalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, keserakahan dan cinta harta. Inti dari ajaran zakat, ajaran ketaqwaan," kata dia. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X