Rano Karno Lepas 80 Bus Mudik Gratis

Red: Angga Indrawan

 Jumat 01 Jul 2016 18:03 WIB

Gubernur Banten, Rano Karno Foto: ROL/Tripa Ramadhan Gubernur Banten, Rano Karno

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Gubernur Banten Rano Karno melepas peserta mudik gratis yang dibawa 80 bus untuk 16 kota tujuan di Indonesia, di halaman Masjid Al-Bantani Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Serang, Jumat. Mudik gratis yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banten diikuti sekitar 4.200 peserta untuk 16 kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra.

"Tahun ini pesertanya melebihi kuota. Awalnya hanya untuk 4.000 orang, tapi ternyata ada sekitar 4.200 orang yang kita berangkatkan. Mudah-mudahan tahun depan kuotanya kita tambah," kata Gubernur Banten Rano Karno usai melepas peserta mudik.

Ia mengatakan, program mudik gratis bertujuan untuk membantu masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman dengan keterbatasan biaya serta bagi masyarakat yang akan mudik menggunakan kendaraan motor karena rentan kecelakaan. Sehingga dengan mudik menggunakan bus yang disediakan oleh Pemprov Banten diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan bagi pemudik yang menggunakan roda dua tersebut.

Kepala Dishubkominfo Banten Refri Aroes mengatakan, untuk melaksanakan program tersebut, Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan 80 angkutan bus AC untuk penyelenggaraan program mudik Lebaran gratis dengan tujuan 16 kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Sedangkan kota tujuan mudik gratis tersebut ada 16 kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan di sejumlah Kota di Pulau Sumatra.

Peserta akan diantarkan ke kota tujuan masing-masing dan perjalanan selanjutnya ke kampung halaman ditanggung oleh masing-masing peserta. Menurut Revri, kota tujuan program mudik gratis tersebut yakni di Jawa Barat ke Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, ke Jawa Tengah yakni ke Tegal, Purwokerto, Cilacap, Kebumen, Magelang, Semarang, Solo, Kudus serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan daerah lainnya ke Madiun, Bandar Lampung, Palembang dan Padang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X