Cerita WNI Berpuasa di Tengah Konflik Suriah

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Teguh Firmansyah

 Jumat 24 Jun 2016 15:38 WIB

Pemandangan Kota Damaskus dengan bangunan yang hancur akibat pertempuran. Foto: independent.co.uk Pemandangan Kota Damaskus dengan bangunan yang hancur akibat pertempuran.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Ramadhan 2016 di Damaskus dirasakan lebih tenang dibandingkan tahun lalu. Walaupun konflik panjang masih mendera Suriah, warga negara Indonesia (WNI) di Suriah tetap dapat menjalankan kegiatan dan ibadah di bulan Ramadhan tahun ini dengan lancar.

Tahun ini puasa di Suriah jatuh pada musim panas. Lama puasa hampir 16 jam, dimulai pukul 04.00 sampai pukul 20.00. Untuk melengkapi suasana khidmat bulan suci Ramadhan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus mengadakan buka puasa bersama setiap Kamis selama bulan Ramadhan.

Dari mulai Duta Besar, staf KBRI, pelajar, hingga TKI penghuni shelter berbaur bersama untuk buka puasa bersama. “Di Suriah, Kamis adalah akhir pekan, makanya WNI diundang untuk bisa bersilaturahim bersama di KBRI setiap hari Kamis," kata Duta Besar RI Suriah Djoko Harjanto baru-baru ini.

Setiap Kamis, para pelajar dan staf bergantian menjadi petugas dapur, imam sholat, dan ceramah. Kehangatan suasana di KBRI setiap Kamis sejenak dapat melupakan Suriah yang tengah dilanda konflik bersenjata berkepanjangan.

Kebetulan saat ini sedang musim ujian akhir semester. Teman-teman pelajar pun fokus belajar, ujian, dan beribadah. “Nah, setelah sepekan sibuk belajar dan ujian, di akhir pekan kami buka bersama di KBRI menikmati makanan khas Indonesia yang lezat-lezat," ujar Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI)  Suriah, Mahrus.

Baca juga, Cina Larang PNS, Pelajar dan Anak-Anak Xinjiang Berpuasa.

Sementara itu, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) penghuni shelter KBRI Damaskus juga tidak ketinggalan memeriahkan Ramadhan. Setiap hari, para buruh migran yang berada di penampungan mengadakan tarawih berjamaah ditambah dengan siraman rohani oleh para staf KBRI.

Pejabat Konsuler merangkap Penerangan Sosbud KBRI Damaskus AM Sidqi mengatakan WNI Suriah berjumlah 13 staf KBRI, 24 pelajar, dan sekitar 2.000 TKI yang masih berada di rumah-rumah majikannya di Suriah. Sejak konflik Suriah berkecamuk pada 2012 hingga saat ini, KBRI Damaskus telah merepatriasi 12.410 WNI dari Suriah kembali ke Indonesia dalam 275 gelombang dan masih terus berlanjut hingga saat ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X