LDNU Kirim Dai Muda ke Belanda, Malaysia, dan Hongkong

Red: Damanhuri Zuhri

 Sabtu 11 Jun 2016 16:38 WIB

sejumlah dai muda yang dikirim LDNU berdakwah ke mancanegara Foto: dok.ldnu sejumlah dai muda yang dikirim LDNU berdakwah ke mancanegara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama tahun ini membentuk Tim Inti Dai Internasional & Media [TIDIM]. Sebanyak 20 dai muda dari berbagai daerah terpilih melalui rangkaian seleksi dan pelatihan yang diadakan Divisi DIKLAT & Pengkaderan LDNU.

Menurut Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, Islam yang berkembang di nusantara terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Islam Nusantara ini didakwahkan merangkul budaya, melestarikan budaya, menghormati budaya, tidak malah memberangus budaya.”

Ia mengingatkan agar dai harus bersungguh-sungguh dalam berdakwah. "Sebagai pemegang amanah, janganlah kita ragu untuk mendakwahkan Islam Nusantara dalam kondisi apapun." jelasnya saat memberikan pembekalan di Gedung PBNU bagi para dai yang akan bertugas ke luar negeri.

Penanggung jawab program TIDIM, KH Wahfiudin Sakam menyampaikan Ramadhan tahun ini, LDNU mengirimkan delapan anggota TIDIM untuk dakwah ke Amsterdam, Hongkong, Macau dan Malaysia. "Kami masih terus mematangkan program dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di luar negeri. Insya Allah selepas Ramadhan program ini akan terus berjalan," ujarnya menjelaskan.

Nugraha Ramadhan, Ketua Pelaksana TIDIM mengungkapkan para dai muda yang dikirim LDN ke berbagai negara, telah sampai dan bertugas di negara penempatan.

"Ustaz Khumaini Rosadi telah tiba di Amsterdan 3 Juni lalu, Ustaz Budy Budiman tiba di Macau 2 Juni, Ustaz Taufik Munir, Ismail Hasan, Qodarsyah, Saepullah dan Choirul Hady tiba di Malaysia 9 Juni. Insya Allah malam ini Ustaz Sihabudin akan bertolak ke Hongkong," ungkapnya kepada Republika.co.id, Sabtu (11/6).

Nugraha menambahkan dai yang bertugas di Malaysia ditempatkan di Kuala Lumpur, Kedah, Negeri Sembilan, Kinabalu dan Serawak. "Insya Allah akan banyak hal yang dapat kita kembangkan dari program ini," ungkap Nugraha menjelaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X