Jelang Ramadhan, Daerah Ini Terancam Kehabisan Stok Darah

Red: M Akbar

 Jumat 27 May 2016 18:29 WIB

 Petugas merapikan labu darah dari pendonor di Kantor Palang Merah Indonesia DKI Jakarta, Rabu (27/1). (Republika/Raisan Al Farisi) Foto: Republika/Raisan Al Farisi Petugas merapikan labu darah dari pendonor di Kantor Palang Merah Indonesia DKI Jakarta, Rabu (27/1). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Stok darah pada Unit Transfusi Darah-Palang Merah Indonesia (UTD-PMI) Kabupaten Lebak, Banten, menjelang bulan Ramadhan menipis karena pedonor sukarela mulai berkurang.

"Hari ini persedian darah hanya mencukupi untuk kebutuhan selama sepekan ke depan," kata Pelaksana Harian UTD-PMI Kabupaten Lebak, Ade di Lebak, Jumat (27/5).

Menipisnya persedian darah tersebut karena menjelang Ramadhan terjadi penurunan jumlah pendonor sukarela. Saat ini, permintaan darah di Kabupaten Lebak meningkat untuk kebutuhan darah yang dilakukan operasi sesar ibu hamil maupun kecelakaan lalu lintas.

Permintaan pasien RSUD Adjidarmo antara 40-50 kantung perhari dengan isi 250 CC. Kekurangan stok darah tersebut tentu berdampak terhadap pengobatan pasien RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Untuk itu, pihaknya mengoptimalkan mencari pedonor ke luar daerah seperti Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Sebab pendonor sukarela dari wilayah Kabupaten Lebak relatif kecil, sehingga terpaksa dilakukan alternatif dengan pengganti donor dari keluarga pasien.

"Kami satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan darah itu melalui pengganti pendonor dari keluarga, terlebih pasien gawat darurat," katanya.

Menurut dia, saat ini stok darah yang ada sekitar 300 kantung dan mencukupi untuk kebutuhan selama sepekan ke depan. Selama ini, permintaan darah cenderung meningkat dibanding darah yang diperoleh dari pendonor suka rela.

"Saya minta masyarakat dan instansi pemerintah mau menjadi pendonor suka rela untuk memenuhi kebutuhan darah," katanya.

Sementara itu, Siti Samsiah (35), seorang keluarga pasien RSUD Adjidarmo Rangkasbitung mengaku dirinya merasa lega setelah menunggu lima jam pasokan darah terpenuhi.

Sebelumnya, ia panik setelah stok darah menipis,namun tertolong dari pendonor sukarela dari Jakarta. "Kami berharap darah dua kantung itu dapat lekas sembuh penyakit orangtuanya yang mengalami penyakit diabetes," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X