Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

 

Bahagianya Mengaji dengan Alquran Braille

Senin 06 Jul 2015 11:42 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Sejumlah penyandang tunanetra membaca Alquran.   (ilustrasi)

Sejumlah penyandang tunanetra membaca Alquran. (ilustrasi)

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Bisa mengaji Alquran bagi seorang penyandang cacat netra adalah sebuah anugerah yang maha besar dari Allah SWT.

Itulah yang dirasakan Agus Palsa (35) dan Arso Sujang, (49), dua orang tunanetra yang tinggal di komplek Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Netra (PRPCN) Palembang.

Di panti yang berada di jalan MP Mangkunegara itu, Agus Palsa dan Arso Sujang juga menjadi tenaga pendidik  pada Sekolah Luar Biasa (SLB) bagi penyandang cacat netra yang bersekolah di situ.

Selain mengajar membaca dengan huruf braille, keduanya juga mengajar mengaji atau membaca Alquran braille bagi 25 siswa SLB yang bersekolah di PRPCN Palembang.

Agus Palsa yang berasal dari Kabupaten Lahat mulai menjalani pendidikan di PRPCN Palembang sejak 1992 saat berusia 12 tahun, satu tahun kemudian ia mulai belajar membaca Alquran braille.

Sementara Arso Sujang yang berasal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memulai pendidikan di SLB Solo, di kota ini Arso mulai belajar mengaji atau membaca Alquran braille.

Kemudian pada 1993, Arso kembali ke Sumatera Selatan dan mulai mengabdi di PRPCN Palembang. Di panti yang berada di bawah Dinas Sosial Kota Palembang, keduanya mengabdi memberi pelajaran kepada SLB yang senasib dengan mereka sebagai penyandang cacat netra.

Mereka berdua, bahu-membahu juga mengajar mengaji kepada para siswa SLB PRPCN Palembang, mengajari para penyandang cacat netra di sekolah itu sejak tahun 1990-an agar mereka mampu mengaji dan membaca Alquran braille.

Alhamdulillah dengan kondisi seperti ini kami bisa membantu saudara kami yang senasib dengan kami sehingga mereka mampu mengaji seperti saudara-saudaranya yang orang awas,” ujar Agus.

Istilah orang awas digunakan para penyandang cacat netra untuk menyebut orang-orang yang penglihatannya normal. Dalam hubungan dengan orang awas, Agus Palsa punya pengalaman lucu dan menjadi kesan tersendiri baginya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA