Puasa, Momentum Koreksi Diri

Red: Damanhuri Zuhri

 Kamis 11 Jun 2015 09:38 WIB

 Puasa dalam bulan Ramadhan merupakan puasa wajib dan menjadi salah satu rukun Islam. Foto: NET/ca Puasa dalam bulan Ramadhan merupakan puasa wajib dan menjadi salah satu rukun Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Ketua Yayasan Dinamika Umat, Kahuripan, Kemang, Bogor, Ustaz Hasan Basri Tanjung MA mengungkapkan, ibadah puasa merupakan momentum untuk koreksi diri dan pengendalian diri.

''Ibadah puasa itu kan menahan dan mengendalikan hawa nafsu, keinginan diri sendiri, yang cenderung mendorong kepada keburukan,'' jelas Ustaz Hasan Basri kepada Republika, Kamis (11/6).

Menurut dosen Universitas Djuanda (Unida) Bogor ini, kecendrungan kepada keburukan itu antara lain, nafsu keserakahan, nafsu harta dan nafsu biologis yang tidak terkendali.

''Pejabat negara yang diberi amanah, harus berpuasa dari sifat korup dan tamak menuju sifat jujur dan dermawan,'' ujar Ustaz Hasan Basri Tanjung mengingatkan.

Untuk mencapai derajat tersebut, menurut praktisi pendidikan Islam ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama, melakukan muhasabah atas amal individual dan sosial, agar tumbuh kesadaran akan tindakan yang dilakukan.

Langkah kedua, kata Ustaz Hasan Basri Tanjung, setelah tumbuh kesadaran atas kesalahan dan kekurangan diri, maka bertekad untuk membuang sifat-sifat buruk dalam diri.

Langkah ketiga, jelas dai kelahiran Sumatera Utara ini, menghiasi diri dengan akhlak karimah, baik kata, sikap, mau pun perbuatan. 

''Dengan langkah-langkah tersebut, insya Allah, akan lahir insan muttaqien, yang saleh individual dan sosial,'' ujar Ustaz Hasan Basri Tanjung menambahkan.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X