Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Ramai Dikunjungi Masyarakat

Red: Agung Sasongko

 Ahad 06 Jul 2014 16:47 WIB

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Foto: Wikimedia.com Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, tetap ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Selatan dan luar provinsi tersebut, meskipun dalam suasana bulan puasa Ramadhan.

"Pengunjung museum ini selalu ada setiap hari, namun kondisi ramai pengunjung biasanya terjadi pada hari tertentu dan akhir pekan seperti hari Minggu ini," kata Hatta salah seorang petugas Museum Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang.

Pada akhir pekan biasanya banyak masyarakat yang dari daerah datang ke Palembang bersama keluarga untuk belanja berbagai kebutuhan sandang dan pangan di pasar 16 Ilir, momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk berwisata mengunjungi museum, katanya.

Menurut dia, pada hari biasa pengunjung ke musem yang berlokasi di samping Jembatan Ampera kawasan Pasar 16 Ilir itu, paling banyak puluhan orang, namun pada momentum tertentu bisa mencapai seratus orang lebih. Bagi masyarakat atau wisatawan yang akan mengunjungi Museum SMB II ini, dipersilahkan datang setiap hari termasuk pada hari libur akhir pekan.

Museum SMB II Palembang ini memiliki 700 koleksi benda bersejarah yang bisa menjadi inspirasi dan pembuka wawasan para pengunjungnya. "Koleksi benda sejarah itu di antaranya prasasti, naskah kuno, kain dan pakaian tradisional, berbagai mata uang, aksesoris kamar pengantin, keris, pedang, serta senjata tajam yang digunakan kesultanan untuk melawan penjajah, " kata Hatta.

Dia menjelaskan, berbagai koleksi peninggalan era Kesultanan Palembang Darussalam tersebut, dapat dilihat oleh pengunjung setiap hari mulai pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga sore hari pukul 17.00 WIB. Dalam kondisi tertentu dan dengan perjanjian khusus, bagi wisatawan nusantara dan mancanegara yang memiliki waktu untuk melakukan kunjungan ke museum pada malam hari atau di luar jadwal operasional normal, tetap dapat dilayani melihat koleksi museum tersebut.

Mengenai harga tiket masuk untuk melihat-lihat koleksi yang ada di museum itu, relatif murah yakni Rp1.000 per orang bagi pengunjung berstatus pelajar, sedangkan mahasiswa Rp2.000 per orang, masyarakat umum Rp5.000, dan bagi turis atau wisatawan mancanegara dikenakan tiket masuk Rp20.000 per orang, kata petugas museum itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X