Psikolog: Beri Motivasi Anak untuk Berpuasa

Red: Nidia Zuraya

 Senin 30 Jun 2014 15:35 WIB

Amak berpuasa.   (ilustrasi) Foto: Republika/Prayogi Amak berpuasa. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog dari Klinik Tumbuh Kembang Terpadu Pela 9, Wanda Anastasia Bawono, mengatakan orang tua harus dapat memberikan motivasi ketika anak sedang belajar untuk mulai berpuasa. "Pujian dari orang tua juga dapat membuat anak merasa bangga atas dirinya sendiri. Pujian yang diberikan akan sangat memotivasi anak untuk tetap berpuasa," kata Wanda Anastasia Bawono dihubungi di Jakarta, Senin (30/6).

Wanda mengatakan orang tua juga boleh memberikan hadiah sebagai penghargaan atas keberhasilan anak melakukan puasa. Buat perjanjian dengan anak. Misalnya, bila mampu berpuasa sebulan penuh, maka akan mendapatkan hadiah tertentu. "Bila anak tidak mampu berpuasa sebulan penuh, tetap berikan hadiah kecil sebagai penghibur. Itu akan membuat anak senang dan terpacu mencoba berpuasa penuh Ramadhan berikutnya," tuturnya.

Menurut Wanda, orang tua juga dapat memberikan hadiah setiap hari selama Ramadhan, seperti stiker atau menu spesial untuk berbuka puasa. Dengan adanya hadiah dari orang tua, anak akan merasa senang karena usahanya dihargai. "Jangan lupa untuk selalu memuji si kedil jika berhasil berpuasa penuh hari itu. Bila dia tidak sanggup, teruslah menyemangati agar menambah waktu puasanya di hari berikutnya," katanya.

Terkait waktu yang tepat untuk mengajarkan berpuasa, Wanda mengatakan dapat mengajarkan anak berpuasa bila sudah siap secara fisik dan mental tanpa ada paksaan dan dilakukan secara bertahap. "Dari hadist yang pernah saya baca, anak dapat mulai dilatih berpuasa saat berusia enam hingga tujuh tahun. Dari segi kesehatan, tidak ada patokan baku kapan seorang anak mulai mampu berpuasa," katanya.

Menurut staf pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unpad Bandung Prof dr Dedi Soebardja Sp.A seorang anak dapat mulai dilatih berpuasa sejak mengetahui mana yang boleh dan tidak, serta mulai bisa bersosialisasi. Biasanya, kemampuan itu dicapai anak saat berusia enam atau tujuh tahun. Selain itu, latihan puasa dapat dilakukan ketika anak telah melewati masa balita.

"Mengingat pertumbuhan otak yang optimal berlangsung selama masa balita, latihan puasa mulai dapat diterapkan ketika anak telah melewati periode tersebut," tuturnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X