Ini Lima Catatan MUI Soal Tayangan Program Ramadhan

Rep: C91/ Red: Taufik Rachman

 Jumat 04 Jul 2014 23:41 WIB

Logo MUI Foto: Republika/ Tahta Aidilla Logo MUI

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyampaikan lima poin, mengenai pantauan tayangan Ramadhan pada minggu pertama, (4/7). Secara keseluruhan, MUI menganggap, banyak perubahan positif dibandingkan tahun lalu.

Pada poin pertama, Elvi Hudhriyah mewakili tim pemantau MUI, menyebutkan beragam program Ramadhan yang harus diapresiasi, seperti audisi dai muda di Indosiar, hafidz Al quran di RCTI, dan pelajaran Bahasa Arab di TVRI. Semua acara itu dianggap memberikan inspirasi, serta inovasi positif kepada pemirsa.

Kemudian pada poin kedua, diungkapkan, beberapa program yang diapresiasi dengan catatan, seperti program 'Ini Sahur' Net TV, dan acara di Global TV. "Ini Sahur sebenarnya acara menarik, dan dikemas santai. Sayangnya masih ada lawakan berlebihan. Kemudian untuk Global TV acaranya bagus dan menarik, namun pada di awal-awal Ramadhan malah tidak menyiarkan azan Maghrib," kata Elvi, dalam Konferensi Pers, di Kantor MUI, Jakarta Pusat, (4/7).

Di poin ketiga, MUI menemukan ada lembaga penyiaran yang mengurangi program Ramadhannya, seperti ANTV dan TV One. Saat sahur, keduanya justru menayangkan pertandingan Piala Dunia.

Poin selanjutnya, dijabarkan beberapa sinetron religi yang perlu mendapat perhatian. Menurut MUI masih terdengar kata-kata kasar yang diucapkan pemeran dalam sinetron itu. Misalnya, pada serial Tukang Bubur Naik Haji di RCTI, 3 Semprul di SCTV, dan sebagainya.

Pada poin terakhir, MUI merasa kecewa, karena masih ada acara yang menonjolkan lawakan serta eksploitasi tubuh wanita secara berlebihan. "Mereka hanya mengganti judul, namun format acara tetap sama, seperti Yuk Kita Sahur yang berganti menjadi Sahur Ramadhan," kata Evi.

MUI berharap, melalui evaluasi ini, para stasiun televisi dapat mengganti konsep acara menjadi lebih berkualitas pada tiga minggu Ramadhan ke depan. "Bagaimana pun kami mengapresiasi energi kreatif sejumlah kru televisi yang memproduksi program positif, cerdas, dan tetap menghibur," tutur Elvi.

Demi mengawasi siaran selama bulan puasa, agar tetap bermanfaat, MUI memang menyiapkan tim pemantau khusus. Tim terdiri dari 12 orang yang telah lama aktif di bidang media massa, seperti S. Sinansari Ecip, Imam Suhardjo, Johan Tjasmadi, Asrori S. Karni, Elvi Hudhriyah, dan lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X