Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

 

Masjid Pondok Indah Siapkan Kudapan Buka Puasa

Jumat 20 Jun 2014 17:18 WIB

Rep: C91/ Red: A.Syalaby Ichsan

Masjid Pondok Indah

Masjid Pondok Indah

Foto: Amin Madani/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, PONDOK INDAH -- Beberapa masjid besar di Jakarta, mulai bersiap menyambut bulan suci Ramadhan. Tak terkecuali, Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang terletak tepat di samping Pondok Indah Mall (PIM), Jumat (20/6).

Pengelola Masjid Biru tersebut, mengelompokkan kegiatan Ramadhan menjadi dua bagian, reguler dan khusus. Kegiatan reguler seperti shalat Tarawih berjamaah, ceramah, kultum Subuh, kultum Zuhur, buka puasa bersama, dan lainnya.

Kegiatan khusus meliputi Dialog Jumat, Nuzulul Quran, Kajian Ramadhan, dan Itikaf. Dialog Jumat merupakan diskusi atau tanya jawab, yang dilakukan sehabis shalat Jumat. "Hal ini untuk mengurangi orang yang hanya tidur di Masjid," ujar Abdul Fatah Muttabik, Ketua Panitian Ramadhan Masjid Raya Pondok Indah, saat ditemui kantornya, di Jakarta, Jumat (20/6).

Kegiatan kajian Ramadhan pun selalu diselenggarakan setiap tahun. Awalnya, peserta yang mengikuti kajian harus membayar, namun sejak tiga tahun terakhir, kegiatan itu untuk umum tak berbayar.

Seperti kebanyakan masjid besar lainnya, masjid dengan atap bewarna biru tersebut juga menyediakan takjil atau makanan berbuka puasa. Hanya saja, bukan makanan berat. "Kami menyediakan teh manis dan snack berbuka, berisi dua jenis makanan, yang manis dan gurih," tutur Fatah.

Ia menjelaskan, pihak masjid belum berani menyiapkan makanan berat, karena terbentur dengan luas masjid yang tak terlalu besar, sementara harus segera disterilkan untuk Shalat Tarawih. Meski demikian, terkadang ada donatur yang menyumbangkan makanan berat.

Setiap hari, pihak Masjid menyediakan 500 snack untuk jamaah. Tujuannya, agar dapat memberikan hidangan berbuka kepada banyak orang, seperti anjuran dalam Islam. "Bukankah pahalanya sama seperti orang yang berpuasa?" Kata pria yang kesehariannya mengurus Bidang Peribadatan dan Dakwah.

Ia mengaku, dana yang digunakan untuk menjalankan kegiatan selama Ramadhan, khususnya berbuka puasa bersama, diperoleh dari donatur. Biasanya para donatur menyumbang, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 10 juta. Fatah berharap, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasanya dengan penuh semangat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES