Ramadhan, Momentun Mualaf Memperkuat Iman

Rep: Agung Sasongko/ Red: Karta Raharja Ucu

 Senin 08 Jul 2013 21:28 WIB

Mualaf (ilustrasi). Foto: deviantart.com Mualaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen Ramadhan sangat penting dalam memantapkan semangat berislam di kalangan mualaf.

Menurut pengiat dakwah di kalangan mualaf, Alisya Fianne Braja, Ramadhan menawarkan peningkatan derajat iman Islam. Hal itu kemudian, membuat iman seorang Muslim kian mantap.

"Inilah makna puasa dikalangan mualaf," kata Wakil Ketua Paguyuban Mualaf Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) ini saat berbincang dengan ROL, Senin (8/7).

Fianne mengungkap keberhasilan mualaf mendapatkan manfaat Ramadhan ini tergantung pada niatnya. Memang tidak mudah. Karenanya, mulailah perlahan.

Mulai dari setengah hari lalu diupayakan puasa penuh. "Namun, balik lagi, ketika niatan itu memang tulus dan ikhlas karena Allah, tentu akan dimudahkan," tutur Fianne.

Dari pengalamannya ketika memulai puasa, Fianne merasakan manfaat luar biasa ketika berpuasa. Satu contoh, masalah maag yang dideritanya. Ketika berpuasa, maagnya perlahan sembuh dengan sendirinya.
Manfaat lain yang didapat, Fianne merasakan puasa di bulan suci mengajarkan setiap Muslim memahami arti hidup."Saya merasa, kita diingatkan Allah atas kehidupan yang dijalani," tuturnya.

Fianne menyebut, niat berpuasa menjadi sangat penting. Sebab, tak bisa dipungkiri sebagian Muslim ada yang tidak lagi memiliki semangat Ramadhan ketika menjalani sebelas bulan berikutnya. "Jika niat kita sudah lilahi ta'ala otomatis kita akan menjaga semua larangan Allah. Intinya Semua akn kembali kepada diri kita sendiri," paparnya menjelaskan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X