Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

 

Menhub Masih Temukan Bus tak Laik Jalan di Kampung Rambutan

Ahad 26 May 2019 19:07 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas melakukan pengecekan kelayakan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jum'at (17/5/2019).

Petugas melakukan pengecekan kelayakan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jum'at (17/5/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Sudah 70 persen bus melakukan rampcheck.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi hari ini meninjau kesiapan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Dalam tinjauanya, Budi masih menemukan bus yang masih tidak laik jalan untuk mengangkut pemudik setelah dilakukan rampcheck.

"Secara kebetulan tadi saya melakukan rampcheck ada satu bus Primajasa tidak memenuhi syarat tertentu, oleh karenanya kita tidak bisa mengizinkan bus tersebut untuk melakukan perjalanan,” kata Budi di Terminal Kampung Rambutan, Ahad (26/5).

Budi menegaskan, menjelang musim mudik sebentar lagi, pemerintah akan meningkatkan pelayanan dari terminal. Untuk itu, Budi menegaskan semua pihak terkait disiplin melakukan rampcheck untuk keselamatan penumpang selama perjalanan mudik.

Dia mengakui selama ini sosialisasi rampcheck sudah disosialisasikan di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Lampung. "Tidak hanya dilakukan di Jakarta namun di semua tempat lakukan. Sehingga jangan sampai ada bus-bus yang tidak lengkap karena rampcheck merupakan kualifikasi boleh tidaknya bus digunakan," ungkap Budi.

Meskipun begitu, Budi menegaskan secara keseluruhan sudah sebanyak 70 persen bus melakukan rampcheck dan terisisa 30 persen lagi untuk diperiksa kelaikannya. Untuk itu, Budi memastikan Kemenhub akan melakukan rampcheck secara random dan masing-masing operator itu harus melakukannya sendiri juga.

"Nanti kita lihat secara random, jika kita temui ada bus yang tidak laik di tiga titik, kita secara tertulis akan menegur,” tutur Budi.

Terlebih, Budi menuturkan pada musim mudik ini sebanyak 150 ribu kendaraan diprediksi akan menuju Jawa Tengah. Lalu puncak mudik diprediksi akan terjadi pada 31 Mei 2019 dan sehari sebelumnya pemudik mulai banyak melakukan perjalanan menuju ke kampung halaman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES