Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

 

Jelang Mudik, Sarfas BBM di Priangan Timur Mulai Disiapkan

Selasa 21 May 2019 18:14 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Gita Amanda

Pertamina

Pertamina

Foto: Republika/Prayogi
Pasokan BBM akan dioptimalkan seiring dengan lonjakan arus kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan dan keandalan sarana dan fasilitas (sarfas) Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Priangan Timur aman menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2019. Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami mengatakan, pasokan BBM akan dioptimalkan seiring dengan lonjakan arus kendaraan di sekitar Tasikmalaya.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jalur selatan melalui Tasikmalaya tidak hanya menjadi jalur mudik ke Jawa Tengah yang menggunakan jalur alternatif lintas selatan melalui Cipatujah, atau Garut Rancabuaya. Selain itu, wilayah Priangan Timut  juga menjadi tujuan wisata pada musim libur Ramadhan dan Idul Fitri.

Meski begitu, lanjut dia, pihaknya sudah mengantisipasi kenaikan konsumsi BBM di wilayah itu. "Kita sudah memastikan kesiapan suplai BBM. Sarana dan prasarana, juga kondisi mobil tangki aman," kata dia, Senin (20/5) malam.

Ia menambahkan, Pertamina juga menyiapkan dua Rumah Siaga Pertamina di Priangan Timur, di Kecamatan Pamoyanan dan Imbanegara. Dua wilayah itu dipilih karena sering menjadi sumber kemacetan di Priangan Timur.

Dewi mengatakan, rumah itu disediakan untuk awak mobil tangki dan para pengguna jalur untuk beristirahat sejenak. Sebab, jalur lintas selatan Jawa dikenal dengan kepadatan kendaraan dan kemacetan setiap musim mudik.

"Jadi nanti pemudik dan awak bisa pijat refleksi dan akan kami sediakan takjil untuk berbuka," kata dia.

Sementara untuk menghadapi potensi meningkatnya kebutuhan, Pertamina juga menyediakan empat titik SPBU kantong, empat motor kemasan, dan empat SPBU kantong di jalur wisata wilayah Priangan Timur. Alternatif itu disediakan untuk mengantisipasi kendaraan kehabisan bahan bakar sebelum sampai ke SPBU.

"Kita imbau pengemudi selalu isi penuh BBM. Jadi kalau di depan ada kemacetan, ia tak akan khawatir kehabisan bensin," kata dia.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES