Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

 

Arus Balik Wisatawan Berdampak Kemacetan di Lingkar Gentong

Senin 10 Jun 2019 21:45 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Kendaraan arus balik tertahan di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (10/6).

Kendaraan arus balik tertahan di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (10/6).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Kendaraan hanya melaju rata-rata 10 hingga 20 kilometer per jam.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Berakhirnya cuti bersama tak membuat kepadatan di Jalur Gentong juga usai.  Berdasarkan pantauan Republika.co.id, hingga Senin (10/6) pukul 21.00 WIB, arus balik kendaraan yang melintas di Lingkar Gentong dari arah timur menuju ke barat masih ramai. Bahkan, di tanjakan Gentong kendaraan, hanya bisa memacu kendaraanya rata-rata 10 hingga 20 kilometer per jam, sebelum akhirnya tersendat kembali.

Baca Juga

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tasikmalaya Kota, AKP Andriyanto mengatakan, arus kendaraan balik yang melalui Jalur Gentong hingga Senin sore terpantau lancar. Kepadatan sempat terjadi pada sekitar pukul 15.00 WIB, tapi kendaraan masih bisa bergerak perlahan. "Ada kemacetan hanya titik-titik tertentu," kata dia, Senin (10/6).

Menurut dia, kepadatan arus balik di Jalur Gentong memang tak bisa dihindari lantaran struktur jalan yang berupa tanjakan dan menikung. Selain itu, di wilayah Malangbong, Kabupaten Garut, terdapat pasar tradisional yang menyebabkan kepadatan kendaraan mengekor hingga wilayah Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

Namun, berdasarkan volume kendaraan, arus balik Lebaran sudah mului menurun. Ia mengatakan, kendaraan tetap masih bisa melaju dengan kecepatan hingga 30 kilometer per jam pada jalan yang datar.

Ia mengatakan, kendaraan yang melintas di Jalur Gentong hingga Senin malam didominasi oleh plat nomor D (Bandung). "Untuk Jakarta sudah sangat sepi. Kendaraan roda dua juga sudah berkurang, tidak seperti Jumat yang menjadi puncak arus balik," kata dia.

Selain itu, Andri menambahkan, kepadatan juga disebabkan wisatawan yang mulai kembali, khususnya dari Kabupaten Pangandaran. Pasalnya, rata-rata saat ini orang sudah mulai masuk kerja.

Polres Tasikmalaya Kota juga akan mengakhiri Operasi Ketupat Lodaya mulai Selasa (11/6). Namun, Andri menegaskan, polisi tetap memantau arus balik dari arah Jawa Tengah yang akan melintasi jalur selatan Jawa. "Operasi Lodaya kita berakhir malam ini 24.00 WIB, tapi kita tak langsung meninggalkan kegiatan ini. Kita tetap antisipasi," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya, puncak arus balik yang melintasi Jalur Gentong terjadi pada Ahad (9/6). //Republika.co.id mencatat, jumlah kendaraan dari arah timur menuju barat yang melintas di Jalur Gemtong pada Ahad, mencapai 57.099 unit, di mana 39.715 di antaranya adalah kendaraan roda dua.

Sebelumnya, pada Jumat (7/6) tercatat 27.854 unit kendaraan arus balik melintasi Jalur Gentong, di mana 16.534 merupakan sepeda motor. Sementara pada Sabtu (8/6), tercatat 36.471 unit kendaraan, 22.950 unit di antarannya adalah sepeda motor.

Namun, Dishub Kabupaten Tasikmalaya tak mencatat penuh arus balik kendaraan yang melintasi Jelur Gentong dari arah timur ke barat pada Senin (10/6). Catatan di pos penghitungan kendaraan yang terletak di Kecamatan Rajapolah, terhenti hanya sampai pukul 07.00 WIB. Sebanyak 9.559 unit kendaaan melintas dari arah timur ke barat, di mana 4.122 merupakan kendaraan roda dua.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA