Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

 

6.239 Pemudik Tinggalkan Sumbar Lewat Bandara Minangkabau

Ahad 09 Jun 2019 11:41 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pemudik mulai padati Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (30/5).

Pemudik mulai padati Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (30/5).

Foto: Republika/Febrian Fachri
Pemudik yang tiba di Sumbar melalui Bandara Minangkabau mencapai 5.095 orang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Sebanyak 6.239 pemudik meninggalkan Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman sepanjang H+2 Idul Fitri 1440 Hijriah atau 8 Juni 2019. Sebaliknya pada H+2 masih banyak pemudik yang tiba melalui Bandara Minangkabau mencapai 5.095 orang diangkut 41 penerbangan.

"Keberangkatan pemudik tersebut diangkut 39 penerbangan ditambah dua penerbangan tambahan," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra di Padang Pariaman, Ahad (9/6).

Menurut dia kendati jumlah tersebut mengalami penurunan 18,76 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akan tetapi dibandingkan hari sebelumnya terjadi peningkatan arus balik. "Pada H+1 jumlah pemudik yang berangkat hanya 4.146 orang diangkut 39 penerbangan," ujarnya.

Salah seorang pemudik yang hendak ke Tanah Datar Soni mengaku sengaja pulang kampung setelah Lebaran karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. "Ya baru habis Lebaran bisa pulang, yang penting pulang kampung dan bertemu keluarga," kata dia.

Menyambut Mudik 2019 PT Angkasa Pura II membentuk posko mudik terpadu di Bandara Internasional Minangkabau yang beroperasi mulai H-7 hingga H+7 atau dari 29 Mei hingga 13 Juni 2019.

Posko mudik bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan mulai dari Polres Padang Pariaman, TNI, Kesehatan Pelabuhan, BMKG, Otoritas Bandara dan Airnav.

Ia juga mengimbau penumpang yang akan balik agar senantiasa memperhatikan jadwal penerbangan dan tidak membawa barang terlalu banyak. "Diharapkan penumpang tidak bercanda tentang bom karena sesuai Undang-undang bisa ditindak secara pidana dan merugikan orang lain hingga jadwal penerbangan ditunda," kata dia.



Baca Juga

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES