Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

 

Rekayasa One Way Masih Diterapkan di Ruas Tol Semarang-Solo

Ahad 09 Jun 2019 00:40 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Andri Saubani

Para pemudik yang sedang melakukan arus balik, tampak beristirahat dan menikmati suasana pagi di rest area 487 B, Boyolali di ruas tol Semarang- Solo, Jumat (7/6). Rest area fungsional ini memiliki daya tarik pemandangan gunung Merapi yang tampak menjulang.

Para pemudik yang sedang melakukan arus balik, tampak beristirahat dan menikmati suasana pagi di rest area 487 B, Boyolali di ruas tol Semarang- Solo, Jumat (7/6). Rest area fungsional ini memiliki daya tarik pemandangan gunung Merapi yang tampak menjulang.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Rekayasa one way dilakukan dengan prioritas kendaraan arus balik menuju Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN — Rekayasa lalu lintas one way (satu arah) di ruas tol Semarang- Solo bakal berlaku tentatif, menyesuaikan lonjakan volume kendaraan di dalam ruas tol ini. Saat volume kendaraan melonjak dan terjadi penumpukan kendaraan, rekayasa sistem satu arah ini akan dilakukan, dengan prioritas kendaraan arus balik menuju Jakarta atau daerah lain di Jawa Barat.

Baca Juga

One way jalur B adalah strategi yang paling tepat dalam mengurangi penumpukan kendaraan pada saat arus balik,” kata Kasatlantas Polres Semarang, AKP Sandhi Widyanoe, saat dikonfirmasi di KM 442 ruas tol Semarang- Solo, Sabtu (8/6).

Ia mengatakan, guna mengantisipasi kepadatan kendaraan pada puncak arus balik, petugas Satlantas Polres Semarang bersama dengan PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku operator jalan tol Semarang- Solo memberlakukan sistem satu arah. Langkah ini dilakukan guna mengurai penumpukan kendaraan di ruas tol Semarang- Solo yang pada H+3 ini terakumulasi hingga 49 kilometer, mulai dari perbatasan Kabupaten Boyolali dengan Kabupaten Semarang, hingga menjelang gerbang tol (GT) Banyumanik.

Rekayasa satu arah diberlakukan mulai dari KM 442 hingga GT Banyumanik di KM 421, atau sepanjang 21 kilometer. “Lepas GT Banyumanik akan kembali kepada sistem normal hingga diberlakukan kembali rekayasa satu arah memasuki GT Kalikangkung,” jelasnya.

Sandhi juga menyampaikan, lonjakan volume kendaraan cukup signifikan di ruas tol Semarang- Solo hari ini, sekaligus menandai mulai mengalirnya arus lalu lintas puncak arus balik lebaran 1440 Hijriyah, kali ini. Hal ini ditandai dengan kian masifnya akumulasi kendaraan sepanjang Sabtu siang hingga malam hari.

“Puncak arus balik ke arah Jakarta diperkirakan terjadi pada Sabtu malam ini hingga hari Minggu besok,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, setelah dilakukan sistem satu arah mulai dari KM 442, penumpukan kendaraan di jalur B yang datang dari arah Solo, berangsur- angsur pun mulai mencair. Penyebabnya, arus lalu lintas yang awalnya terakumulasi dalam dua lajur jalan menuju arah ke Semarang, terpecah menjadi empat lajur.

Hingga berita ini diturunkan, kepadatan berangsur-angsur mencair dan akumulasi penumpukan kendaraan semakin berkurang. Namun,rekayasa lalu lintas satu arah ini masih berlanggsung hingga pukul 23.00 WIB.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA