Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Kereta Api Serayu Anjlok di Nagreg

Selasa 04 Jun 2019 14:53 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/Arie Lukihardianti/ Red: Israr Itah

Penumpang KA Serayu menunggu di peron stasiun. (ilustrasi)

Penumpang KA Serayu menunggu di peron stasiun. (ilustrasi)

Foto: Bayu Adji P
Sebelumnya pada Rabu (29/5), KA Lodaya Lodaya tambahan juga mengalami anjlok.

REPUBLIKA.CO.ID, NAGREG -- Kereta Api (KA) Serayu milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) tujuan Purwokerto-Senen mengalami anjlok di km 193+7 antara Stasiun Lebak Jero dan Stasiun Nagreg, Bandung, Selasa (4/6) sekitar pukul 12.36 WIB. Saat ini, telah dikirimkan kereta penolong pada pukul 13.26 untuk mengevakusi penumpang. Penyebab anjlok kereta api belum diketahui.

Baca Juga

Sebelumnya pada Rabu (29/5), KA Lodaya Lodaya tambahan juga mengalami anjlok. Kereta relasi Solo-Bandung anjlok di lokasi yang berdekatan.

"Betul, pada hari ini, 4 Juni 2019 pukul 12.36 Wib di petak jalan Stasiun Nagreg, kami terima laporan KA Serayu pagi relasi Purwokerto-Senen terjadi anjlok," ujar Humas PT KAI, Noxy Citrea saat dihubungi via sambungan telepon.

Ia mengungkapkan telah mengirimkan kereta penolong untuk melakukan evakuasi. Menurutnya, kereta api tersebut membawa delapan gerbong kereta, terdiri dari enam kereta ekonomi, satu kereta makan dan pembangkit, dan satu kereta barang.

"Kereta yang bergeser rodanya empat di belakang. Sedangkan empat yang tidak anjlok ditarik ke Stasiun Nagreg. Kami dari PT KAI memohon maaf. Kami fokus evakuasi," katanya.

Dampak dari kejadian ini, beberapa kereta api yang melintas ke selatan dipindah ke jalur utara melalui Cirebon, Cikampek dan Bandung. KA Pangandaran relasi Gambir - Bandung – Banjar saat ini posisinya masih di Stasiun Nagreg dan KA Galunggung relasi Tasikmalaya – Kiaracondong saat ini masih di Stasiun Cibatu. 

Sedangkan untuk kereta Argo Wilis dari arah Surabaya menuju Bandung dan KA Kutojaya Selatan dari Kutoarjo menuju Kiaracondong akan mengalami perubahan pola operasi ke lintas utara menuju Purwoketo, Cirebon, Cikampek, Purwakarta, dan berakhir di Bandung. 

Terkait proses evakuasi, ia belum bisa memperkirakan waktu kereta anjlok tersebut kembali normal. Pihaknya juga belum mengetahui penyebabnya karena masih dalam proses penyelidikan.

"Estimasi (waktu) belum bisa ditentukan, kami fokus di sana. Penyebabnya belum bisa dipastikan karena sedang dalam proses penyelidikan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA