E-Money Timbulkan Antrean, Kemenhub: Butuh Pembiasaan

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

 Senin 03 Jun 2019 16:41 WIB

Pelabuhan Merak Foto: Republika TV/Fakhtar Khairon Lubis Pelabuhan Merak

Penggunaan uang elektronik sempat dikeluhkan penumpang feri di Pelabuhan Merak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan menegaskan kebijakan penggunaan uang elektronik bagi penumpang kapal feri dilakukan demi efisiensi pengguna jasa dan peningkatan pelayanan. Kebijakan ini memang sempat dikeluhkan penumpang feri di Pelabuhan Merak, Banten karena justru menimbulkan antrean panjang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono menilai, mau tak mau masyarakat memang perlu pembiasaan dalam menggunakan uang elektronik ini. Di sisi lain, Kemenhub juga mencatat tidak terjadi antrean ekstrem di Pelabuhan Merak seperti yang terjadi di musim mudik tahun-tahun sebelumnya.

"Memang biasanya kecenderungan kita senang membawa uang cash, begitu kita harus menerapkan sistem yang untuk mempermudah tentunya butuh proses. Saya yakin masyarakat nanti akan mendapatkan manfaat kalau dengan uang elektronik," kata Djoko, dikutip laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (3/6).

Kemenhub juga mencatat, sekitar 60 persen dari jumlah perkiraan pemudik sudah meninggalkan Pelabuhan Merak di Banten menuju Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Tercatat 556.727 orang pemudik atau sudah 69,4 persen dari total 803 ribu orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatra sejak H-7.

"Ya intinya ada peningkatan dan sudah sekitar 60 persen dari prediksi yang kita lakukan yang sudah menyeberang, tetapi masih ada saudara kita yang akan menyeberang sampai satu Syawal atau hari Rabu mendatang, jadi masih ada 40 persen yang harus kita fasilitasi," ujar Djoko.

Djoko juga menyebutkan tidak ada kepadatan atau antrean ekstrem di Pelabuhan Merak hingga Senin (3/6) atau H-2 Lebaran 2019. Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi pada musim mudik tahun-tahun sebelumnya.

"Peningkatan memang terjadi dibanding hari-hari normal, tapi kita sangat mensyukuri hingga saat ini tidak ada puncak yang ekstrem yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu," ujar Djoko.

Djoko mengatakan sesuai prediksi, memang terjadi peningkatan arus penumpang maupun kendaraan di pelabuhan penyeberangan Merak namun kondisinya tetap terkendali.

"Memang ada antrean. Namun hal tersebut tentu biasa karena ini adalah hari-hari di mana seluruh orang ingin segera pulang kampung untuk berlebaran dan liburan," katanya

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X