Helikopter Jadi Pilihan Angkutan Mudik Jakarta-Bandung

Red: Nidia Zuraya

 Senin 03 Jun 2019 13:55 WIB

CEO and Founder PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (tengah) didampingi Director of Commercial and Business Development PT Angkasa Pura II Daan Ahmad (kiri) meninjau persiapan pengoperasian Terminal Helikopter Cengkareng Heliport Intercity di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (12/4/2019). Foto: Antara/Muhammad Iqbal CEO and Founder PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (tengah) didampingi Director of Commercial and Business Development PT Angkasa Pura II Daan Ahmad (kiri) meninjau persiapan pengoperasian Terminal Helikopter Cengkareng Heliport Intercity di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (12/4/2019).

Waktu tempuh perjalanan Jakarta-Bandung dengan helikopter berkisar 40-45 menit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Helikopter saat ini sudah menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat untuk mudik dan balik Lebaran. Mereka yang memilih moda transportasi ini beralasan agar cepat dan nyaman sampai tujuan.

"Alasan kepadatan arus lalu lintas karena pembangunan sejumlah infrastruktur menjadikan helikopter kini sudah menjadi pilihan alat transportasi mudik dan balik, walaupun masih terbatas untuk rute Jakarta-Bandung pergi pulang," kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Whitesky Aviation Ari Nurwanda kepada pers di Jakata, Senin (3/6).

Menurut dia, untuk Lebaran tahun ini perusahaan sudah mendapatkan pesanan mengantarkan penumpang untuk mudik tujuan Bandung dan balik ke Jakarta untuk 30 penerbangan, yang sebagian besar dipesan oleh pihak keluarga.

Untuk helikopter yang digunakan mengangkut mudik dan balik adalah jenis Bell 505 berkapasitas maksimal empat penumpang dengan lama perjalanan 40-45 menit rute Jakarta-Bandung.

"Tarif sekali jalan Jakarta ke Bandung saat Lebaran kita diskon jadi Rp 15 juta per satu helikopter yang bisa diisi empat penumpang. Kalau tarif normal selain Lebaran hingga Rp 17 juta sekali jalan per helikopter," kata Ari.

Untuk tujuan kota mudik atau balik bisa disesuaikan dengan permintaan calon penumpang, asalkan permintaan dilakukan setidaknya dua hari sebelum hari H keberangkatan.

Terkait dengan peluang bisnis transportasi menggunakan helikopter, Ari Nurwanda mengatakan, ke depannya akan berkembang cukup pesat, apalagi sedang dibangun heliport di Cengkareng, Banten, untuk mengakomodasi penumpang penerbangan pesawat, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kita sudah berdiri sejak 2017 dan perkembangan dari tahun ke tahun, permintaan menggunakan helikopter untuk transportasi bertambah 40 persen," katanya.

Jika dilihat dari segmen penumpang yang menggunakan helikopter, sebagian besar atau 60 persen disewa oleh keluarga dan sisanya 40 persen digunakan oleh perusahaan.

Melihat peluang bisnis transportasi yang cerah tersebut, perusahaan ingin melakukan ekspansi rute penerbangan tidak hanya ke Bandung tapi juga ke sejumlah tujuan lain seperti Kepulauan Seribu, Lampung, Cilegon, dan Pelabuhan Ratu.

Dia optimistis ke depan masyarakat yang menggunakan helikopter sebagai alat transportasi agar lebih cepat dan nyaman akan terus berkembang, sehingga perusahaan akan mendatangkan dua helikopter jenis Bell lagi tahun ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X