Permintaan Bus Arah Sumatra Melonjak di Kampung Rambutan

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Andi Nur Aminah

 Jumat 31 May 2019 13:37 WIB

Suasana pemudik saat mendatangi Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (30/5). Foto: Tahta Aidilla/Republika Suasana pemudik saat mendatangi Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (30/5).

Padahal, permintaan tambahan bus tak pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terjadi lonjakan permintaan bus ke arah Pulau Sumatra di Terminal Kampung Rambutan jelang hari raya Idul Fitri 1440 H. Padahal, permintaan tambahan bus tidak pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga

"Saya tadi komunikasi terkait dengan tahun kemarin, saya diskusi dengan para penjual tiket itu sekarang mencapai 20 persen sampai 30 persen, Sumatranya saja," kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Kampung Rambutan, Thofik Winanto di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (31/5).

Dia mengatakan terjadi lonjakan penumpang sekitar 50 persen pada H-5 Lebaran daripada Kamis (30/5) lalu. Terkait jumlah, Thofik mengatakan belum ada peningkatan signifikan tahun ini. "(Pada hari yang sama) tahun kemarin 13 ribu, tahun ini ada 12 ribu," ujar dia.

Kendati tidak ada peningkatan penumpang signifikan, Thofik mengatakan tahun lalu jumlah pemudik merata ke berbagai tujuan. Sementara tahun ini, pemudik lebih dominan mengarah ke Sumatra. Dari sekitar 12 ribu pemudik, sekitar 60 persen menuju ke Sumatra. Kemudian, sisanya mengarah ke daerah lainnya.

"Kalau jalur Jawa Tengah dan Jawa Barat di terminal Kampung Rambutan ini, masih keliatan seperti halnya Sinarjaya, Budiman, dan seterusnya," kata dia.

Thofik memperkirakan jumlah pemudik ke berbagai daerah di Pulau Jawa mencapai 1.000 hingga 2.000 orang. Sementara hari ini, terminal terbesar di Jakarta itu memberangkatkan pemudik terhitung mencapai 4.000 orang sejak pukul 00.00 hingga 11.00 WIB.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, loket penjualan ke arah Sumatra ramai calon pemudik. Salah satu pengantar calon pemudik, Nori mengatakan memilih menggunakan bus karena harga tiket pesawat yang mahal. Dia membelikan tiga tiket untuk saudaranya menuju Muara Dua, Bengkulu seharga total Rp 1.050.000. Dia mengatakan, harga itu jauh lebih murah daripada tiket pesawat sekitar Rp 1,5 juta per orang. "Perjalannya 15 jam, kalau pesawat 2,5 jam, tapi mahal," kata Nori.

 

Berita Lainnya

Play Podcast X