Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

 

Jalur Utama Semarang-Demak Berpotensi Rob Saat Mudik

Ahad 26 Mei 2019 17:28 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Banjir Rob

Ilustrasi Banjir Rob

Foto: Foto : MgRol112
Rob genangan setinggi 90 cm berpeluang terjadi dari pukul 14.00 hingga 18.00.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Rob masih membayangi arus mudik Lebaran 1440 Hijriyah, di jalur utama Pantura Semarang. Sebab, puncak rob diperkirakan bakal berlangsung di penghujung bulan Mei hingga pekan pertama bulan Juni 2019 nanti.

Baca Juga

Salah satu jalur dampak meningkatnya rob adalah terjadinya genangan di badan jalan ruas Semarang- Demak, tepatnya di wilayah Kecamatan Genuk (Kota Semarang) hingga perbatasan dengan Kecamatan Sayung (Kabupaten Demak).

Warga setempat mengungkapkan, tanda-tanda genangan rob sudah mulai terasa sejak pertengahan bulan Mei lalu. Dalam beberapa hari terakhir jalur utama penghubung Kota Semarang dengan Kabupaten Demak di wilayah Genuk sudah terdampak genangan rob.

Intrusi air laut di kawasan pesisir Semarang dan Demak tersebut mulai menggenangi kawasan pemukiman hingga jalan nasional dengan ketinggian yang bervariasi, mulai 10 centimeter hingga 50 centimeter.

“Paling parah di sekitar gapura perbatasan wilayah Demak dengan Kota Semarang, ketinggiannya mencapai 25 hingga 40 centimeter lebih,” ungkap Muharom (31), salah seorang warga lingkungan Sriwulan.

Rob yang menggenangi badan jalan, membuat arus lalu lintas di perbatasan wilayah Demak dengan Kota Semarang tersendat akibat terjadi perlambatan kendaraan yang berupaya menggenangi badan jalan yang tergenang.

Di kawasan permukiman, lanjutnya, rob juga terus mengakibatkan permukaan air pada parit maupun saluran drainase lingkungan terus naik, hingga meluap dan mengakibatkan genangan di jalan-jalan pemukiman warga, seperti di Bedono, Kecamatan Sayung.

Pada jam-jam tertentu, lanjutnya, naiknya permukaan air tersebut akibat rob bakal mencapai titik tertinggi. “Biasanya selepas siang hari, mulai pukul 12.30 hingga pukul 17.00 WIB,” lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan data Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Semarang, eskalasi meningkatnya rob pada bulan Mei 2019 kembali meningkat sejak tanggal Senin (20/5) beberapa waktu lalu dan akan berlangsung hingga (31/5) mendatang. Puncak ketinggian rob di wilayah pesisir perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak mencapai 1,1 meter pada pukul 15.00 WIB-berlangsung pada Sabtu (25/5) dan Ahad ini.  

Kendati puncak genangan rob ini berangsur- angsur bakal menurun, namun data Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Semarang menunjukkan, hingga Rabu (29/5) ketinggian genangan rob masih bisa mencapai 1 meter pada pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIB.

 Sementara hingga tanggal 31 Mei 2019 nanti, puncak ketinggian rob dengan ketinggian genangan mencapai 90 centimeter masih berpeluang terjadi antara pukul 14.00 hingga pukul 18.00 WIB.

Pada titik genangan tertinggi, limpasan air akibat rob juga berdampak tergenangnya sebagian badan jalan di ruas jalan utama Semarang- Demak. Artinya, pada saat arus mudik nanti potensi gangguan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama Semarang- Demak masih berpeluang terjadi.

Perihal dampak rob ini juga diamini oleh Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Semarang, Retno Widyaningsih. Menurutnya, fenomena rob kali ini masih akan berlangsung hingga pertengahan bulan Juni mendatang terutama mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

“Fenomena rob ini dipengaruhi perubahan posisi bulan yang berada sangat dekat dengan matahari. Kenaikan genangan rob masih akan berlangsung hingga 12 Juni 2019 mendatang,” kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA