PT KAI Lakukan Pengawasan Khusus Daerah Rawan

Rep: Eko Widyatno/ Red: Agung Sasongko

 Jumat 24 May 2019 18:18 WIB

Stasiun Purwokerto Stasiun Purwokerto

Di Purwokerto, ada 12 lokasi daerah rawan bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- PT KAI Daop 5 Purwokerto akan mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk menjamin kelancaran angkutan lebaran yang akan berlangsung sejak Ahad (26/5). Antara lain, untuk mengamankan jalur-jalur yang masuk kategori jalur rawan.

''Di wilayah kami, ada 12 lokasi yang termasuk daerah rawan bencana. Di wilayah tersebut, kami akan melakukan pengawasan khusus dengan menempatkan personil penjaga,'' jelas Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Jumat (24/5).

Dia menyebutkan, daerah rawan yang perlu mendapat pengawasan khusus tersebut, antara lain di lintas stasiun Slawi-Prupuk ada 2 lokasi tanah labil dan rawan pohon tumbang, antara Songgom-Prupuk ada 1 daerah rawan longsor, Antara Prupuk-Linggapura ada 3 lokasi rawan longsor, dan antara Linggapura-Bumiayu ada 1 daerah rawan banjir.

Sedangkan di jalur antara stasiun Kroya-Banjarpatronam, ada 4 lokasi rawan bencana. Antara lain, di lintas antara Banjar-Langen, Kawunganten-Jeruklegi, dan Jeruklegi-Lebeng. Sedangkan di jalur antara Kroya-Kutoarjo, ada 1 daerah rawan banjir dan longsor. 

''Untuk mengatasi kemungkinan kejadian bencana, kami sudah melakukan penempatan petugas maupun peralatan siaga (AMUS/Alat dan Material Untuk Siaga) di 20 lokasi. Bila dibutuhkan, seluruh peralatan tersebut bisa langsung di mobilisasi,'' katanya.

Selain di lokasi rawan bencana, Supriyanto menyebutkan pihaknya akan menempatkan personil penjaga perlintasan di 3 titik perlintasan yang dinilai rawan, antara lain di perlintasan antara Karanggandul-Purwokerto, perlintasan antara Sumpiuh-Tambak dan perlintasan antara Ijo-Gombong. ''Selain itu, kammi juga mengoptimalkan Juru Penilik Jalan dengan melakukan penambahan frekwensi pemeriksaan,'' katanya.

Terkait dengan proyek pembangunan jalur rel ganda yang hingga saat ini masih terus dilaksanakan di wilayah Daop 5, Supriyanto menyebutkan PT KAI telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah.

Dari ralat koordinasi tersebut, diputuskan bahwa proyek pembangunan jalur rel ganda dihentikan sementara selama pelaksanaan masa angkutan lebaran sejak 26 Mei hingga 16 Juni 2019. ''Dengan demikian, proyek jalur ganda yang saat ini sedang dikerjakan di jalur antara Kroya-Kutoarjo, untuk sementara dihentikan dulu,'' katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X