Polri dan TNI Perketat Pengamanan di Bakauheni Jelang Mudik

Red: Ani Nursalikah

 Senin 20 May 2019 10:33 WIB

Penumpang berjalan menuju kapal ferry di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Foto: Republika/Prayogi Penumpang berjalan menuju kapal ferry di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Pengamanan untuk mencegah gangguan keamanan saat mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Aparat Kepolisian Daerah Lampung dengan bantuan personel TNI mulai memperketat penjagaan di perempatan jalan hingga pintu masuk dan keluar Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

"Ini perintah Kapolda Lampung. Polri dan TNI mulai memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk dan keluar di Bakauheni," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad, Senin (20/5).

Ia menjelaskan, pengetatan penjagaan serta razia di kawasan Pelabuhan Bakauheni dan sekitarnya merupakan bagian dari kegiatan cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Krakatau 2019 yang akan berlangsung mulai 29 Mei. Operasi pengamanan itu dijalankan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa mudik Lebaran.

"Sekarang sudah mulai banyak para pemudik yang menyiapkan diri untuk mudik melalui jalur darat dan melewati Pelabuhan Bakauheni," kata AKBP Zahwani.

Peningkatan pengamanan di pintu masuk dan keluar Pelabuhan Bakauheni juga dilakukan guna mencegah tindak kejahatan. "Barangkali nanti ada mobil hasil curian yang akan dibawa melalui pelabuhan, kita antisipasi dari situ dan itu gunanya pengetatan keamanan. Kemudian mencegah juga adanya terduga terorisme yang keluar masuk Pulau Sumatra," katanya.

Baca Juga

Berita Lainnya

Play Podcast X