Jumlah Pemudik Angkutan Umum 2019 Diprediksi 22,83 Juta

Red: Ratna Puspita

 Rabu 08 May 2019 08:40 WIB

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi Foto: Republika/Rahayu Subekti Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi

Jumlah pemudik angkutan umum diprediksikan naik empat persen dari tahun sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memprediksi jumlah penumpang angkutan umum yang akan mudik ke kampung halaman pada 2019 diprediksi mencapai 22,83 juta penumpang. Angka itu naik empat persen dari tahun sebelumnya.

"Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan menunjukkan ada 4,4 juta penumpang memilih moda transportasi bus," kata Budi Setiyadi saat Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran Tahun 2019 Bidang Lalu Lintas bersama Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, di Gedung Sate Bandung, Selasa (7/5).

Budi mengatakan, pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api diprediksi 2,4 juta orang, menggunakan pesawat 1,4 juta penumpang, dan 4,3 juta penumpang menggunakan mobil pribadi, sedangkan sepeda motor 940 ribu. "Sampai saat ini, prediksi kami sepeda motor yang paling mendominasi untuk Jalur Pantura," kata dia.

Baca Juga

photo
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memeriksa kelaikan dan inspeksi keselamatan (ramp check) salah satu bus saat kunjungan kerja di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Selasa (7/5). (Abdan Syakura)
Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menuturkan mudik kali ini sesuai dengan arahan Presiden, memiliki tema Mudik Selamat, Guyub Rukun. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa merasakan mudik secara lebih aman dan nyaman.

Untuk itu, Budi menekankan pemberlakuan satu arah sebagai upaya antisipasi pergerakan arus mudik masyarakat khususnya dari Jabodetabek ke Jawa Barat dan Jawa Tengah. Menurutnya, tahun ini preferensi mudik melalui jalur darat cukup tinggi karena tol Trans Jawa yang sudah bisa digunakan.

"Ini (preferensi mudik melalui jalur darat) dipicu jalan tol dari Jakarta-Semarang-Solo sampai Surabaya selesai. Jadi, preferensi masyarakat untuk mudik dengan darat ini banyak sekali," ungkap Budi.

Melalui kebijakan satu arah ini, Budi berharap kecepatan dan kapasitas kendaraan di tol akan lebih tinggi. Dengan demikian, jarak tempuh mudik dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah akan lebih baik.

Apabila sudah diputuskan minggu ini, lanjut Budi, Kemenhub akan menyosialisasikan terutama untuk daerah yang menerima limpahan kendaraan pemudik dari jalur satu arah ini. Budi menegaskan, Kemenhub memberikan perhatian khusus pada keselamatan pemudik.

Untuk itu, Budi meminta dinas perhubungan pemda dan polres mengawasi kecepatan pemudik dalam berkendara, terutama yang menggunakan sepeda motor. "Keselamatan ada dua hal pokok, membatasi kecepatan, dengan memberikan rambu dan kendala-kendala tertentu," katanya.

"Terutama di jalan tol. Kami juga berharap saudara-saudara kita yang menggunakan motor seyogianya tidak menggunakan karena itu berbahaya, karena 70 persen kecelakaan (mudik) karena motor. Untuk itu, pemerintah konsekuen mengadakan progam mudik gratis," lanjut dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X