Pemerintah Sediakan Lima Helipad Mudahkan Evakuasi Mudik

Red: Ratna Puspita

 Rabu 08 May 2019 07:23 WIB

Tol Semarang-Batang akan menjadi salah satu titik yang disediakan helipad selama arus mudik 2019. Foto: Republika/Putra M. Akbar Tol Semarang-Batang akan menjadi salah satu titik yang disediakan helipad selama arus mudik 2019.

Helipad disiapkan di area yang berpotensi mengalami kepadatan pengguna jalan tol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan menyediakan lima titik landasan parkir helikopter atau helipad di area yang berpotensi mengalami kepadatan pengguna jalan tol pada arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1440 Hijriah tahun ini. Penempatan helipad ini untuk memudahkan proses evakuasi jika terjadi kecelakaan pada pemudik di ruas tol yang mengalami kepadatan kendaraan.

"Pemerintah memutuskan untuk menyediakan helipad sebagai antisipasi dan proses evakuasi apabila ada kecelakaan atau pengguna jalan yang sakit di jalan tol. Kemacetan jalan tol seringkali mempersulit petugas kami untuk melakukan evakuasi," kata Kepala Sub Bidang Operasional dan Pemeliharaan II, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Joko Santoso dalam diskusi dan Peluncuran Buku "Mudik Minim Polemik" di Jakarta, Selasa (7/5).

Ia menyebutkan empat helipad akan ditempatkan di sejumlah ruas tol yang dilalui pemudik, yakni di KM 72 Cikampek, Pintu Tol Kali Kangkung, Tol Semarang-Batang dan Tol Ngawi, Jawa Timur. Sementara itu, satu titik helipad akan memanfaatkan area Bandara Cirebon.

Baca Juga

Penyediaan helipad akan dimulai pada H-10 Lebaran sampai H+10 Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 5 Juni mendatang. Joko menambahkan penyediaan helipad menjadi salah satu layanan yang diselenggarakan secara rutin kepada pengguna jalan tol dan sebagai bagian dari monitoring pemerintah jika terjadi kepadatan kendaraan di jalan tol.

Untuk jumlah unit helikopter yang akan digunakan untuk evakuasi, hingga saat ini masih menunggu keputusan dari rapat koordinasi Kementerian Perhubungan. "Saat ini kami menyediakan dulu helipadnya karena helipad yang ada ini dari Kementerian Perhubungan dan milik Kepolisian," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X