Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

 

Cek Arus Balik, Menhub Soroti Kesehatan Sopir Bus

Selasa 19 Jun 2018 20:41 WIB

Red: Friska Yolanda

Pemudik turun dari bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (18/6).

Pemudik turun dari bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (18/6).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Petugas diminta mendatangi sopir untuk melakukan cek kesehatan bukan sebaliknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemudik mulai berdatangan dari kampung halaman dengan menggunakan berbagai jenis moda transportasi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyoroti kondisi kesehatan sopir dan keamanan lingkungan terminal saat meninjau suasana arus balik Lebaran di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (19/6).

Soal kesehatan sopir bus di Terminal Kampung Rambutan, Budi bertanya kepada pengelola terminal maupun sopir bus.

Budi menilai, fasilitas pengecekan kesehatan sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan sudah baik tapi tata cara pengecekannya yang perlu diubah.

"Tata cara pengecekannya, kalau selama ini  sopir bus diminta hadir di posko kesehatan, sebaiknya cara itu diubah yakni petugas kesehatan yang mendatangi sopir bus dan melakukan pengecekan kesehatan dengan cara investigasi," katanya. 

Jika caranya meminta sopir datang ke posko kesehatan, lanjut Budi, maka pengelola terminal sulit menemukan sopir yang tidak sehat dan bermasalah. Namun, jika pengecekan dilakukan secara investigasi, maka siapapun sopir bisa dilakukan pengecekan kesehatan.

"Ke depan, pengelola terminal agar mengubah tata cara pengecekan kesehatan sopir bus," katanya.

Budi juga menyoroti soal keamanan lingkungan di dalam Terminal Kampung Rambutan. Ia meminta pengeloa terminal selalu menyiapkan angkutan terintegrasi hingga malam hari. Hal ini agar mempermudah para pemudik yang sampai di terminal pada malam hari melanjutkan perjalanan menuju kota tujuannya.

"Situasi yang rawan, jika para pemudik yang tiba di sini pada tengah malam. Pengelola terminal agar dapat mengkoordinasikan antarmoda, dari kendaraan antarkota kemudian berpindah ke kendaraan dalam kota agar tetap tersedia di dalam terminal. Ini untuk mengantisipasi aksi kriminal di luar terminal," katanya.

Sementara itu, data para pemudik yang balik melalui Terminal Kampung Rambutan sejak Lebaran, yakni pada Jumat (15/6) hingga H+3 atau Selasa hari ini tercatat sebanyak 58.807 jiwa menggunakan 1.840 bus. Dari jumlah tersebut, arus balik pada H+2 atau Senin (18/6) tercatat sebanyak 22.044 jiwa menggunakan 734 bus serta pada Selasa hari ini hingga pukul 14:00 WIB teratat sebanyak 15.141 jiwa menggunakan 415 bus.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mencegah Teror Dengan Ruang Pamer

Sabtu , 16 Nov 2019, 17:03 WIB