Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

 

Arus Balik Diarahkan ke Jalur Selatan

Selasa 19 Jun 2018 18:07 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Friska Yolanda

Foto udara suasana arus lalu lintas di Bumiayu, Jawa Tengah, Jumat (25/7). (foto: Republika.co.id)

Foto udara suasana arus lalu lintas di Bumiayu, Jawa Tengah, Jumat (25/7). (foto: Republika.co.id)

Jalur selatan cenderung lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Arus balik yang diperkirakan mulai mencapai puncaknya, Selasa (19/6), menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah jalur utama di wilayah Kabupaten Banyumas tersendat. Di jalur selatan, arus lalu lintas tersendat di sejumlah persimpangan jalan seperti di persimpangan Sumpiuh, Pasar Kemrajen, Buntu, Rawalo, Menganti, Jatilawang dan Wangon.

Laju kendaraan terlihat makin tersendat, di ruas antara Wangon-Ajibarang. Bahkan di ruas jalur tengah antara Ajibarang-Bumiayu-Prupuk, laju kendaraan seringkali berhenti sangat lama. 

Kusworo (44), warga Ajibarang menyebutkan, kemacetan di Ajibarang yang diperkirakan merupakan buntut dari sumber kemacetan di wilayah Bumiayu Kabupaten Brebes ini, sebenarnya sudah berlangsung sejak Senin (18/6) malam. Namun menjelang pagi, kemacetan sempat terurai. 

"Meskipun lalu lintas kendaraan cukup padat, kendaraan tetap bisa melaju pelan," katanya.

Setelah itu, sekitar pukuk 10.00 kemacetan cukup parah kembali terjadi lagi. Bahkan sampai sore ini, laju kendaraan benar-benar tersendat. 

"Jalan sebentar, kemudian berhenti lama," katanya. Antrean kendaraan mencapai puluhan kilometer karena sumber kemacatan berada di wilayah Bumiayu.

Yudho, pemudik asal Desa Pegalongan Kecamatan Patikraja yang balik ke Jakarta, Selasa (19/6), mengaku untuk menghindari kemacetan di Ajibarang hingga Pekuncen, dia mencoba melalui jalur alternatif Cilongok-Kalisari-Legok-Pekuncen. "Tapi jalur alternatif ini juga mengalami kemacetan, karena laju kendaraan dari jalur ini masuk kembali ke jalur utama di Pekuncen," katanya.

Kepala Seksi Rekayasa dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Hermawan menyampaikan, sumber kemacetan memang berada di wilayah Bumiayu. Meski sudah ada jembatan layang di atas perlintasan Patuguran Kecamatan Paguyangan, namun padatnya aktivitas warga di wilayah Bumiayu menyebabkan kemacetan masih tetap terjadi.    

Dia menyebutkan, untuk mengurangi kemacetan di jalur penghubung antara jalur selatan dan utara ini, pihaknya sebenarnya sudah memasang papan imbauan agar pemudik yang balik mengambil jalan melalui jalur selatan Wangon-Bandung. Namun, kebanyakan pemudik tetap memilih melalui jalur tengah.

Menurutnya, selain bisa melalui jalur selatan, pemudik balik sebenarnya juga bisa melalui jalur Purbalingga-Karangreja. Melalui jalur ini, pemudik yang balik bisa masuk di pintu tol Pemalang. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mencegah Teror Dengan Ruang Pamer

Sabtu , 16 Nov 2019, 17:03 WIB