Kepala Terminal: Pelepasan Mudik oleh Jokowi Bukan Rekayasa

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Andri Saubani

 Senin 18 Jun 2018 16:06 WIB

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi bersama cucu, Jan Ethes. Foto: Twitter/@jokowi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi bersama cucu, Jan Ethes.

Jokowi beberapa waktu lalu melepas pemudik di Terminal Baranang Siang, Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Terminal Baranang Siang, Bogor, Sumardono mengatakan, bahwa kegiatan pelepasan masyarakat yang mudik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu bukan rekayasa. Pelepasan itu memang di luar agenda kegiatan di terminal dan dilakukan dalam waktu singkat.

Sumardono pun menjelasakan, informasi bahwa pelepasan ini merupakan rekayasa karena tidak banyaknya barang bawaan penumpang di dalam bus tak tepat. Sebab bawaan penumpang yang ada di dalam bus memang tidak memungkinkan menyimpan tas-tas besar. Tas yang dibawa pemudik dengan volume besar pasti akan disimpan di bagasi yang ada di bagian kiri bus.

"Ini memang karena fasilitas busnya. Kalau bus ke Jawa itu yang dilepas pak Jokowi bagasinya di samping," kata Sumardono, Senin (18/6).

Pemudik tidak mungkin membawa tas-tas mereka yang besar ke dalam bus atau dekat tempat duduk karena kapasitas tempat penyimpanan tas di dalam bus terbatas. Sehingga, hanya tas kecil saja yang bisa dibawa pemudik dekat tempat duduk.

Sumardono pun menerangkan, pada saat kedatangan Presiden Jokowi yang akan melepas pemudik awalnya berencana melepas bus yang akan berangkat di Pulau Sumatra. Namun, karena jadwal pemberangkatan yang masih lama dan agenda Jokowi yang harus bergegas kembali ke Istana Kepresidenan, maka bus arah Jawa yang diberangkatkan.

Dia pun miris dengan ramainya pemberitan di media sosial yang menyebut bahwa pemberangkatan pemudik ini palsu. "Ngeri yah (pemberitaan). Politik ngeri yah," ujar Sumardono.

Dalam jagat dunia maya ramai diperbicangan antara potongan video Jokowi dan foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat melepas masyarakat yang akan mudik lebaran. Presiden Jokowi yang melepas pemudik disebut tidak nyata karena suasana di dalam bus penumpang yang lengang dari barang bawaan. Sementara dalam foto Anies Baswedan yang belum diketahui menyambangi pemudik di daerah mana, memperihatkan pemudik yang ramai dengan barang bawaan.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan bahwa pemberitaan dan isu yang menyebut pelepasan mudik itu palsu adalah bohong. Sebab, Presiden Jokowi memang secara langsung melepas warga yang akan pulang ke kampung halaman.

"Tidak ada pengaturan sama sekali, bis (bus) pun dipilih yang akan berangkat secepat mungkin. Presiden Jokowi tidak mau menghambat keberangkatan bis, sehingga pengambilan gambar hanya 10 menit," ujar Bey.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X