Jalur Alternatif Cijapati Mulai Dipadati Pemudik

Red: Karta Raharja Ucu

 Sabtu 16 Jun 2018 17:13 WIB

Sejumlah kendaraan melintas di Jalur Alternatif Cijapati, Jalan Raya Cijapati, Kabupaten Bandung, Selasa (13/6). Foto: Republika/Mahmud Muhyidin Sejumlah kendaraan melintas di Jalur Alternatif Cijapati, Jalan Raya Cijapati, Kabupaten Bandung, Selasa (13/6).

Pemudik memilih melewati Cijapati untuk menghindari kemacetan di Nagrek.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Jalur alternatif Cijapati yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Garut, Jawa Barat, mulai ramai dilintasi kendaraan roda dua dan empat. Kendaraan-kendaraan itu menghindari kepadatan arus kendaraan di jalur nasional Cicalengka-Nagreg menuju Garut, Sabtu (16/6) siang.

Herman, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengatakan, pengguna jalan yang melewati jalur alternatif Cijapati sengaja memilih Cijapati untuk menghindari kemacetan di jalan utama Bandung-Garut. "Pilih Jalan Cijapati saja, karena katanya lewat Nagreg macet," kata dia.

Ia bersama keluarganya menggunakan kendaraan roda empat hendak berwisata ke pemandian air panas di Kecamatan Pasirwangi, Garut, dalam rangka mengisi libur Lebaran. Sebelum berangkat, kata dia, sempat mencari informasi tentang arus lalu lintas menuju Garut, hingga akhirnya memutuskan lewat jalur alternatif Cijapati yang langsung menembus ke Kecamatan Kadungora, Garut.

Selama melewati jalur alternatif itu, kata dia, tidak menemukan hambatan arus lalu lintas, tetapi hambatan hanya terjadi saat memasuki kawasan Kadungora. "Cijapati lancar, cuma macetnya di Kadungora," kata Herman.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Erik Bangun Prakasa menyatakan, jalur alternatif Cijapati mulai ramai dilintasi kendaraan dari arah Bandung menuju Garut. Menurut dia, arus kendaraan di hari kedua lebaran cukup ramai menuju kawasan objek wisata yang ada di Kabupaten Garut. "Iya ada peningkatan ke objek wisata," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X