Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

 

Polisi Rekayasa Lalin Saat Jembatan Kali Kuto Padat

Rabu 13 Jun 2018 19:23 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andri Saubani

Pantauan udara kondisi Jembatan Kali Kuto di tol fungsional Batang-Semarang yang rencananya akan dibuka hari ini pukul 17.00 WIB, Rabu (13/6).

Pantauan udara kondisi Jembatan Kali Kuto di tol fungsional Batang-Semarang yang rencananya akan dibuka hari ini pukul 17.00 WIB, Rabu (13/6).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Jembatan Kali Kuto hari ini telah resmi dibuka.

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Polisi masih memberlakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang tol fugsional Batang Semarang, terutama yang akan melintasi Jembatan Kali Kuto di Kabupaten Kendal. Salah satu pemudik dari Jakarta menuju Semarang, Reza Akbar (30) menyebut dirinya diarahkan untuk keluar ke pintu tol Batang Kandeman.

"Saya dikeluarkan di Batang, di Kandeman. Mungkin di depan memang sedang padat," ungkap Reza kepada Republika, Rabu (13/6) sore.

Dirinya yang juga sempat terjebak selama tujuh jam dari Cawang menuju ke Cipali Km 102 itu mengatakan sebenarnya ingin melewati Jembatan Kali Kuto yang baru saja dibuka itu. Selain itu, dia juga ingin mempersingkat waktu untuk menuju ke Semarang.

"Saya dengar menuju ke Semarang itu lebih cepat kalau lewat tol langsung. Tapi sayang sekali saya harus dikeluarkan di Kandeman," kata dia.

Sementara Katim Cluster 2 Dirlantas Polda Jateng AKBP Catur Gatot Effendi menerangkan, pihaknya masih melakukan rekayasa seiring dengan padatnya arus kendaraan pemudik menuju ke Semarang. "Iya di Kali Kuto ini kan kita lihat di lapangan lagi padat, ya kita berlakukan pengeluaran di pintu Kandeman Batang," tuturnya saat Republika konfirmasi, Rabu sore.

Dia menyebut saat ini kondisi kepadatan antrean yang menuju ke Jembatan Kali Kuto telah mencapai tiga kilometer. Sehingga pihaknya langsung memberlakukan diskresi mulai di pintu tol Kandeman.

In Picture: H-2 Jembatan Kali Kuto Bisa DIgunakan Pemudik.

Catur juga menyebut, lamanya diskresi juga tak bisa diestimasi. Hal itu sesuai dengan keadaan riil di lapangan dalam rangka penguraian kepadatan dan menghindari kemacetan.

"Tapi untuk menghabiskan yang di depan itu ya sekitar 15 sampai 20 menit," tuturnya.

Dia pun mengimbau kepada para pemudik seperti Reza yang tak beruntung bisa melintasi Jembatan Kali Kuto, untuk melintasinya pasa arus balik mendatang. "Bagi yang ternyata harus keluar, nanti akan bisa menikmatinya ketika arus balik," ujarnya.

Jembatan Kali Kuto di Kabupaten Kendal telah dibuka secara fungsional Rabu sore mulai pukul 15.00 WIB. Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono pada akhirnya memutuskan untuk membuka jembatan tersebut karena telah layak untuk dilintasi.

Baca: Jembatan Kali Kuto Akhirnya Resmi Dibuka Sore Ini.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB