Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

 

Stasiun Gambir Sediakan Kereta Tambahan Menuju Surabaya

Rabu 13 Jun 2018 14:06 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ratna Puspita

Suasana Stasiun Gambir pada H-2 jelang Hari Raya Idul Fitri, Rabu (13/6).

Suasana Stasiun Gambir pada H-2 jelang Hari Raya Idul Fitri, Rabu (13/6).

Foto: Republika/Zahrotul Oktaviani
Tidak ada puncak arus mudik untuk perjalanan menggunakan arus kereta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Stasiun Gambir Risky Afrida menyebut ada satu tambahan kereta untuk pemudik menuju Surabaya. Kereta Sembrani tambahan ini akan berangkat pukul 14:45 WIB dan berhenti di Stasiun Pasar Turi Surabaya.

"Ada tambahan satu kereta lagi untuk hari ini dibandingkan kemarin. Jadi total ada 14 kereta tambahan yang berangkat dari Gambir," ujar Risky di Stasiun Gambir, Rabu (13/6).

Kereta ini disiapkan untuk menampung penumpang yang tidak mendapat tiket pada selumbari atau H-2 lebaran. Dari data yang dihimpun Humas Stasiun Gambir, pada pukul 12:00 WIB jumlah penumpang Sembrani tambahan sebanyak 150 orang. 

Total pemberangkatan Stasiun Gambir pada hari ini sebanyak 46 kereta api, terdiri dari 32 kereta api reguler dan 14 kereta api tambahan. Tujuan akhir kereta api ini di antaranya Cirebon, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya.

Risky mengatakan, dari tujuan tersebut, jumlah keberangkatan paling banyak menuju Bandung. "Dalam sehari, ada 14 keberangkatan," ujarnya.

Untuk ketersediaan tiket kereta, ia mengatakan, sudah habis sejak sebelum mudik. Karena itu, bagi penumpang yang membutuhkan tiket hanya dapat mengandalkan penumpang yang membatalkan tiketnya.

Risky pun menganjurkan, untuk melakukan pengecekan tiket di situs-situs pemesanan tiket. Sebab, ia mengatakan, ada kemungkinan penumpang yang membatalkan tiketnya dan memberi kesempatan pada penumpang lain.

Sementara itu untuk pemesanan tiket arah Jakarta atau arus balik, ia menyebutkan, masih tersedia untuk 21 dan 22 Juni 2018. Namun, untuk tiket 18 hingga 20 Juni 2018 sudah habis terjual. 

“Banyak yang mengejar di tanggal itu dan waktu masuk kerja kan juga berbarengan," ujarnya.

Risky menilai tidak ada peningkatan atau penurunan perjalanan kereta yang signifikan selama arus mudik tahun ini. Sejak Jumat (8/6) pekan lalu hingga pada hari H lebaran yang diperkirakan pada Jumat (15/6), jumlah penumpang cenderung sama.

Dia menambahkan jumlah penumpang pada Hari Raya Idulfitri cukup banyak. "Kereta nggak ada puncak mudik, nggak ada data yang tinggi banget. Hari H saja data terakhir kami, jumlah penumpang ada 20 ribu-an orang," ujarnya. 

Pada selumbari atau H-2 Idulfitri hingga pukul 12.00 WIB, jumlah penumpang di Stasiun Gambir mencapai 19.938 orang. "Kondisi untuk hari ini masih sama seperti kemarin. Tidak ada kenaikan atau kenaikan atau penurunan yang signifikan. Jumlahnya antara 19ribu sampai 20ribu penumpang," ujar Risky. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA