Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

 

Kemenhub Prediksi Lusa Jadi Puncak Mudik Kedua

Senin 11 Jun 2018 21:30 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah

Memasuki H-5 lebaran pemudik yang menuju salatiga mulai memadati pintu tol Salatiga, Ahad (10/6) pukul 17.00 WIB . Dari pantauan udara tim RepublikaTV terlihat antrean kendaraan namun masih relatif lancar.

Memasuki H-5 lebaran pemudik yang menuju salatiga mulai memadati pintu tol Salatiga, Ahad (10/6) pukul 17.00 WIB . Dari pantauan udara tim RepublikaTV terlihat antrean kendaraan namun masih relatif lancar.

Foto: republika/fakhtar lubis
Puncak mudik pertama terjadi pada 8-9 Juni 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi ada dua puncak mudik Lebaran 2018. Sebelumnya puncak mudik pertama terjadi pada 8-9 Juni 2018 dan arus mudik kembali lancar pada 10 Juni 2018.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi Kemenhub mengatakan untuk puncak arus mudik kedua diperkirakan akan terjadi pada Rabu lusa (13/6). "Hari ini (11/6) dengan bseok (12/6) hari biasa (diprediksi tidak terjadi kepadatan lalu lintas). Rabu (13/6) dan Kamis (14/6) puncak lagi," kata Budi di Posko Mudik Lebaran 2018 Kemenhub, Senin (11/6).

Bahkan, Budi memprediksi sesuai dengan riset yang dilakukan Badan Litbang Kemenhub, puncak arus mudik masih akan terjadi di luar tanggal tersebut. Budi mengatakan pada hari pertama Lebaran 2018 yaitu 15 Juni 2018 berpotensi menjadi puncak arus mudik tahun ini juga.

Budi menilai hal tersebut terjadi karena masa libur lebaran yang ditambah lebih panjang. "Pekerja kantoran hari pertama jadi lebih memilih di Jakarta dulu lalu siangnya baru pulang karena libur masih panjang," ungkap Budi.

Selain itu titik kemacetan yang diprediksi masih akan terjadi yaitu di tempat peristirahatan di dalam tol. Untuk itu, Budi meminta arus lalu lintas di tempat peristirahatan harus ditur dengan baik sehingga tidak menjadi sumber kemacetan.

Menurut Budi, tempat perisitirahatan memang membutuhkan penanganan khusus. "Mungkin di rest area tidak langsung keluar tapi sedikit menyerong. Penataan juga sudah dilakukan oleh Jasa Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan membuat zona atau jalur khusus setiap yang mau masuk ke SPBU dan mana yang ke toilet dan ke tempat makan," ungkap Budi.

Sementara itu, Jasa Marga memprediksi pada hari ini (11/6) atau H-4 Lebaran 2018 terdapat 106.450 kendaraan akan meninggalkan Jakarta. Costumer and Employee Relations Manager Jasa Marga Faiza Riani mengatakan angka tersebut naik 59,4 persen dari volume lalu lintas normal yaitu 66.792 kendaraan.

Sementara kemarin (10/6) sebanyak 88.593 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikarang Utama. "Angka ini memperlihatkan kenaikan 50,5 persen dari volume lalu lintas normal yaitu 58.851 kendaraan," ujar Faiza. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES