Siang Ini, 389.237 Kendaraan ke Jakarta Lewat GT Palimanan

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

 Ahad 02 Jul 2017 17:16 WIB

Sejumlah kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/6). Foto: Antara/Dedhez Anggara Sejumlah kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/6).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sejak dimulainya arus balik pada H+1 Lebaran Idul Fitri 2017 atau Selasa (27/6) hingga H+6 atau Ahad (2/7) pukul 00.00 WIB hingga 14.00 WIB, jumlah kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang melewati GT Palimanan Tol Cipali, Kabupaten Cirebon, mencapai 389.237 unit. Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra menyebutkan, jumlah total kendaraan arus balik itu terdiri dari H+1 atau Selasa (27/6) sebanyak 63.701 unit, H+2 atau Rabu (28/6) sebanyak 76.119 unit, H+3 atau Kamis (29/6) ada 87.385 unit.

Pada H+4 atau Jumat (30/6) mencapai 65.524 unit, H+5 atau Sabtu (1/7) sebesar 60.694 unit dan H+6 atau Ahad (2/7) hingga pukul 14.00 WIB mencapai 35.814. ''Dengan total jumlah kendaraan itu, saat ini masih ada 37.066 unit kendaraan atau 8,6 persen lagi yang belum kembali ke Jakarta,'' kata Risto, Ahad (2/7).

Risto menjelaskan, masih adanya kendaraan yang belum kembali ke Jakarta melalui GT Palimanan itu dilihat dari jumlah kendaraan yang masuk ke arah Jateng selama arus mudik. Dia menyebutkan, jumlah kendaraan dari arah Jakarta menuju Jateng yang melewati GT Palimanan pada H-6 atau Senin (19/6) hingga H2 lebaran atau Senin (26/6), mencapai 426.303 unit.

Risto menambahkan, sejak pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB, jumlah kendaraan yang mengarah ke Jakarta mencapai 2.749 unit atau rata-rata 45 unit per menit. Padahal, normalnya hanya 600 unit per menit

Sementara itu, berdasarkan pantauan di GT Palimanan pada pukul 15.00 WIB, arus kendaaan dari arah Jateng menuju Jakarta terpantau ramai lancar. Di loket pembayaran arah Jakarta mengalami antrian sekitar lima kendaraan. ''Untuk arah Jakarta dibuka 18 gerbang tol,'' tandas Risto. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X