Anggota DPR Apresiasi Penangan Mudik Tahun Ini Lebih Baik

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

 Ahad 02 Jul 2017 13:47 WIB

Sejumlah kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat (ilustrasi) Foto: Antara/Dedhez Anggara Sejumlah kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syarif Alkadrie memberikan apresiasi penanganan arus mudik dan balik tahun ini yang dinilai jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya, Syarif mengatakan, adalah hal-hal yang tidak diinginkan seperti tahun-tahun lalu tidak terjadi pada arus mudik dan balik tahun ini.

Seperti sampai ada pemudik yang meninggal karena macet berjam-jam. Kemudian macet yang sangat panjang, tidak terjadi pada tahun ini. "Alhamdulillah tahun ini secara keseluruhan jauh lebih baik. Kemacetan, atau kecelakaan, tahun ini jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya. Ya karena ini betul-betul sudah terkordinasi secara baik, semua stokeholder yang berkaitan dengan penanganan arus mudik dan balik," ungkap Politikus Partai Nasdem, saat dihubungi melalui telepon, Ahad (2/7).

Syarif mengatakan, meski penanganan arus mudik dan balik secara keseluruhan lebih baik, tapi ada hal-hal yang menjadi perhatian meski tidak terlalu prinsip. Di antaranya adalah untuk mengurangi kemacetan. Namun dia menegaskan kemacetan tidak bisa dihindari. Sebab, kemacetan pasti terjadi, apalagi ketika puncak arus mudik dan balik, karena volume kendaraan yang melintas tidak sesuai dengan badan jalan yang tersedia.

"Tentu ini akan kami pelajari secara menyeluruh dalam rangka perbaikan untuk masa yang akan datang. Saya sekarang masih belum bisa untuk menilai kelemahan-kelemahan penanganan arus mudik dan balik tahun ini. Tetapi secara menyeluruh penanganannya jauh lebih baik," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap pada libur lebaran yang akan datang sejumlah pembangunan infrastruktur sudah rampung. Seperti Jalan Tol Fungsional (JTF) sudah harus beroperasi secara maksimal. Menurutnya, JTF belum selesai pun dapat digunakan dan signifikan mengurangi kemacetan. "Apalagi nanti kalau transjawa ini sudah selesai, saya kira tentu akan lebih baik daripada sekarang," ucap Syarif.

Lanjut Syarif, kesuksesan penangan arus mudik dan balik tidak hanya pantas disematkan untuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saja, tapi juga kepada sejumlah stokeholder lainnya. Saat pihaknya meninjau ke lapangan sebelum hari H Hari Raya Idul Fitri, dia melihat penanganan lalu lintas sudah terkoordinasi dengan baik. Ada penanganan satu atap di Porlantas yang berkaitan dengan lalu lintas jalan, berarti ini komandonya satu. Tidak seperti tahun lalu yang banyak komandonya.

"Sehingga sekarang cepat mengambil inisiatif, hasilnya tidak terjadi mis komunikasi di lapangan. Saya kira manajemen sekarang ini sudah baik dan tinggal ditingkatkan lagi untuk tahun-tahun yang akan datang," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X