Menhub: Nagreg Jadi Jalur Kritis Arus Balik

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini

 Jumat 30 Jun 2017 11:53 WIB

Antrean kendaraan pemudik pada H-2 Lebaran di ruas Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (23/6). Foto: Mahmud Muhyidin Antrean kendaraan pemudik pada H-2 Lebaran di ruas Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (23/6).

REPUBLIKA.CO.ID, CILEUNYI -- Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengungkapkan jalur Nagreg, Kabupaten Bandung merupakan jalur kritis di wilayah Selatan yang dilalui oleh pemudik, baik saat arus mudik yang telah berlangsung dan arus balik yang diprediksi akan berlangsung hingga Ahad (2/7) mendatang.

"Tadi dijelaskan Kapolri (saat pertemuan), saya setuju tempat kritis sekarang (arus balik) adalah Nagreg. Jadi Nagreg akan kita selesaikan," ujarnya kepada wartawan seusai melakukan rapat bersama Kapolri, Jenderal Polisi, Tito Karnavian di Pos Pelayanan Polres Bandung, Cileunyi, Jumat (30/6).

Menurutnya, fokus perhatian selama arus mudik yang telah berlangsung dan balik yang akan berlangsung adalah keselamatan para pemudik. Oleh karena itu, pihaknya bersama aparat kepolisian terus berupaya menjaga keselamatan para pemudik.

Namun begitu, ia mengakui, masih ada hal-hal yang belum bisa terkontrol langsung oleh Kementerian Perhubungan dan aparat kepolisian seperti bus yang tidak berstiker, sepeda motor yang berlebihan dari jarak jauh, serta imbauan kepada bus yang beroperasi.

"Saya dijelaskan dengan detail dan harus dijadikan perhatian khususnya bagi Polri untuk menindak bus yang tidak berstiker dan imbauan kepada motor dan truk yang melalui tempat (jalur) tidak pada mestinya dan saat itu membuat macet," katanya.

Budi menambahkan, pihaknya mengapresiasi kinerja "team work" dari Kapolri, Menkes, Gubernur Jawa Barat, Menteri PUPR serta jajaran lainnya selama arus mudik dan balik yang tengah berlangsung karena bisa melaksanakan dengan baik. "Kami mengapresiasi, semoga bisa diselesaikan sampai hari Minggu malam," ungkapnya.

Dalam pemantauan yang dilakukan oleh Menhub di Pos Pelayanan Polres Bandung, Cileunyi turut hadir Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan dan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X