Perbaikan Longsor di Tol Cipali Dikebut

Rep: Kabul Astuti/ Red: Angga Indrawan

 Jumat 01 Jul 2016 19:42 WIB

Kendaraan mengular menunggu antrean keluar Tol Cipali, Palimanan, Jawa Barat, Jumat (1/7). (Republika/Wihdan Hidayat) Foto: Republika/Wihdan Hidayat Kendaraan mengular menunggu antrean keluar Tol Cipali, Palimanan, Jawa Barat, Jumat (1/7). (Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, PALIMANAN -- Lereng jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 103+400 (wilayah Subang) arah Cirebon ke Jakarta mengalami longsor, pekan lalu. PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku pengelola jalan tol Cipali sedang mengebut perbaikan lokasi longsor untuk menghadapi puncak arus balik.

Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Hudaya Arryanto, menyatakan, lokasi longsor saat ini masih dalam proses perbaikan. Perbaikan secara permanen ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan karena kondisi lapangan. Hujan yang sering turun di wilayah Subang menjadi salah satu kendala.

"Dari sisi konstruksi, jajaran tiang pancang yang sudah selesai dipasang di lereng timbunan. Saat ini sedang dibuat perkuatan tambahan dengan memancang sheet pile baja di sisi bahu jalan supaya badan jalan lebih kokoh," kata Hudaya Arryanto kepada Republika.co.id, Jumat (1/6).

Hudaya menerangkan, kelongsoran disebabkan oleh gerusan pada kaki timbunan badan jalan akibat luapan sungai Cibening yang berada di sisi jalan tol. Kondisi ini merupakan dampak hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Curah hujan dan aliran sungai ternyata menggerus kaki timbunan sehingga ada bagian lereng yang longsor dan perlu diperbaiki.

Kondisi jalur jalan pada arah mudik ke Cirebon di lokasi KM 103 tidak terganggu. Sebanyak dua lajur arah Cirebon dapat berfungsi normal. Hudaya memastikan, pada arus balik lebaran nanti kondisi dua lajur jalan arah Jakarta juga sudah siap menerima kepadatan kendaraan.

Guna mengantisipasi arus balik lalu lintas pascalebaran nanti, kata Hudaya, LMS saat ini sedang membuat lajur tambahan di median jalan dengan konstruksi aspal hotmix. Hal ini dikerjakan agar lokasi perbaikan di KM 103 arah Jakarta tetap akan tersedia 2 lajur jalan pada saat arus balik. Pekerja di lokasi masih terus bekerja siang malam untuk mengejar perbaikan aebelum arus balik.

"Pembuatan lajur tambahan ditargetkan selesai sebelum lebaran," imbuh Hudaya. Dengan adanya pemasangan tiang pancang dan sheet pile, kata dia, nantinya akan ada dua proteksi untuk memperkuat badan jalan secara keseluruhan. LMS memastikan arus balik lebaran tidak akan terganggu dan tidak akan ada penyempitan lajur di lokasi KM 103.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X