Pelayaran Kapal di Merak Ditunda Jika Gelombang Tinggi

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Yudha Manggala P Putra

 Jumat 01 Jul 2016 19:21 WIB

Puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten terjadi pada hair ini (H-2). Sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi, para pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat, pemudik bersepeda motor dan pejalan kaki memadati loket tiket, tol gate, serta area Foto: Republika/Prayogi Puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten terjadi pada hair ini (H-2). Sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi, para pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat, pemudik bersepeda motor dan pejalan kaki memadati loket tiket, tol gate, serta area

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Kepala Cabang ASDP Merak Tommy Kaunang memastikan tidak akan memaksakan pelayaran kapal jika cuaca tidak mendukung. "Jika gelombang tinggi, terpaksa pelayaran harus kita tunda," kata Tommy kepada Republika, Jumat (1/7).

Tommy menjelaskan, untuk kapal di atas 5000 gross ton (GT) seperti kapal Ro-Ro yang dioperasikan ASDP Merak batas ketinggian ombak yakni tiga meter. Jika di atas itu, maka kapal dianggap tidak laik melaut.

Tommy mengaku, kebijakan itu diambil untuk menjaga keselamatan penumpang. Sementara untuk kapal-kapal yang sudah melaut dan mengalami kesulitan bersandar di dermaga ASDP Merak telah menyiapkan dua kapal pandu atau //tug boat// untuk membantu kapal merapat.

Kondisi cuaca di Pelabuhan Merak pada H-5 malam cerah dan dianggap normal untuk melakukan pelayaran. Volume kepadatan arus mudik di Pelabuhan Merak pun tampak semakin meningkat meski belum membludak hingga menyebabkan antrean mengular ke luar pelabuhan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X