Ini Sebab Tol Cipularang-Padaleunyi Tetap Lancar Meski Musim Mudik

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Hazliansyah

 Jumat 01 Jul 2016 18:34 WIB

Antrean panjang kendaraan ke arah Bandung dan jalan sebaliknya yang lengang di KM 69 Cipularang, Ahad (26/1).   (Republika/Yogi Ardhi) Antrean panjang kendaraan ke arah Bandung dan jalan sebaliknya yang lengang di KM 69 Cipularang, Ahad (26/1). (Republika/Yogi Ardhi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIBIRU -- Tak seperti jalur mudik di Tol Cipali arah Brebes, Jawa Tengah yang tampak mulai padat, situasi berbeda terlihat di ruas Tol Cipularang-Padaleunyi arah Bandung, Jawa Barat.

Di tol yang menjadi jalan menuju ke Purwakarta, Cimahi, Bandung, Garut, Tasikmalaya, serta Ciamis dan sekitarnya (jalur selatan) ini arus lalu lintas lebih lengang hingga H-5 petang.

Perjalanan mudik pun terasa nyaman karena kendaraan bisa dipacu nyaris tanpa hambatan. Adapun, penumpukan kendaraan baru benar-benar terlihat saat mendekati pintu keluar Tol Cileunyi.

Menurut kepolisian, lengangnya arus kendaraan di Tol Cipularang-Padaleunyi terjadi karena berbagai faktor. Pertama, jumlah pemudik yang menggunakan jalur tol sepanjang 85 kilomoter ini tak semelimpah para kaum urban asal Jawa Tengah dan Timur yang melintasi Cipali.

Kedua, lokasi mudik para pengguna jalur Tol Cipularang-Padaleunyi termasuk dekat dari Jakarta. Seperti, Purwakarta yang berjarak 70 kilometer dari Jakarta dan terjauh, Cileunyi 155 kilometer. Bandingkan dengan jarak Jakarta ke pintu keluar Tol Cipali di Brebes yang mencapai 296 kilometer. Ini membuat pemudik Cipularang-Padaleunyi lebih variatif memilih waktu keberangkatan mudik.

Imbasnya, penumpukan kendaraan di ruas tol tersebut tak terjadi karena gelombang mudik tidak melintas pada waktu yang sama.

Ketiga, dari Cipularang ke exit Cileunyi terdapat banyak pintu keluar. Mulai dari Sadang (KM 76), Jatiluhur (KM 84), Cikamuning (KM 116), Padalarang Timur (KM 122), Padalarang (KM 123), Baros (KM 127), Pasteur (KM 127), Pasir Koja (KM 132), (Kopo KM 135) Moh. Toha (KM 139), Buah Batu (KM 142), hingga Cileunyi (KM 155).

"Banyaknya pintu exit membuat arus mudik di ke Cileunyi terpecah. Kepadatan pun terurai sehingga di ruas tol tersebut relatif lebih lengang dibandingkan Tol Cipali," kata Kabag Ops Ditlantas Polda Jabar, AKBP Arief Budiman, di Pos Utama Pemantauan Mudik, Purwakarta, Jumat (1/7).

Meski demikian, Arief menjamin perhatian kepolisian terhadap arus mudik di Tol Cipularang-Padaleunyi akan tetap tinggi. Dia mengatakan, selama 24 jam kondisi lalu lalu lintas di sana akan dipantau via patroli polisi.

"Kami senantiasa pantau dan menempatkan sejumlah personel untuk mendampingi pemudik," kata perwira melati dua ini.

Gilang Akbar Prambadi

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X