Dishub Bekasi Persiapkan Tiga Jalur Mudik Lebaran

Rep: Kabul Astuti/ Red: Winda Destiana Putri

 Jumat 17 Jun 2016 11:25 WIB

Petugas Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (Dishub LLAJ) memasang marka pembatas jalan di jalur mudik Cikampek, Jawa Barat, Ahad (12/7). (Republika/Agung Supriyanto) Petugas Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (Dishub LLAJ) memasang marka pembatas jalan di jalur mudik Cikampek, Jawa Barat, Ahad (12/7). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, mempersiapkan tiga jalur mudik Lebaran 2016.

Untuk kelancaran pemudik, Dinas Perhubungan juga meminta pengerjaan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalur Kalimalang dihentikan untuk sementara mulai H-10 lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan bersama Wali Kota Bekasi, Kapolres Bekasi Kota, Disbimarta, DPPJU, Dinas Kebersihan, dan Satpol PP untuk mempersiapkan jalur mudik Lebaran 2016. Sejumlah jalan bergelombang masih ditemukan di Jalur Kalimalang, namun secara umum menurutnya jalur-jalur tersebut sudah siap.

"Jalur mudik yang pertama dari arah Pulogadung, perbatasan dengan DKI Jakarta di Harapan Indah, Cakung, lanjut ke Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman, Jalan Ir Haji Juanda, Bulan-Bulan (dekat stasiun Bekasi), Pasar Baru Bekasi, kemudian arah ke Kabupaten Bekasi di Bulak Kapal," kata Yayan kepada Republika, Kamis (16/6).

Yayan menambahkan, jalur kedua dipersiapkan mulai dari Sumber Arta (perbatasan Jakarta Timur), menyisiri Kranji, Kalimalang, ke arah depan Metropolitan Mall, Bekasi Cyber Park, Jalan Hasibuan, kemudian ke Jalan Chairil Anwar arah Kabupaten Bekasi.

Alternatif mudik ketiga juga dipersiapkan di Jalur Siliwangi melewati Jalan Naragong ke arah perbatasan kabupaten Bekasi. Kendati demikian, Yayan mengatakan, jalur yang terakhir ini tidak terlalu favorit. Sejumlah pekerjaan perbaikan infrastruktur badan jalan dan penerangan jalan sudah mulai dilakukan di jalur-jalur tersebut.

Kadishub mengatakan, jalur favorit yang paling padat pemudik biasanya Jalur Kalimalang. Karena itu, kata Yayan, pekerjaan-pekerjaan tol Becakayu yang belum beres dan mengganggu kelancaran lalu lintas arus mudik akan dipinggirkan untuk sementara.

"Kita hentikan H-10 untuk memberikan ruang kepada pemudik supaya bisa leluasa tidak terganggu oleh pembangunan itu," imbuh dia. Rencananya, pengerjaan proyek jalan tol Becakayu akan dihentikan sampai dengan H+7 lebaran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X