Menkes: Kami Sangat Perhatikan Kesehatan Pemudik

Rep: Hilman Fauzi/ Red: Angga Indrawan

 Selasa 14 Jul 2015 13:16 WIB

 Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek usai mengikuti Rapat Kerja dngan Komisi IX di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/3). Foto: Republika/Agung Supriyanto Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek usai mengikuti Rapat Kerja dngan Komisi IX di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/3).

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Setelah kemarin Wakapolri Budi Gunawan mengunjungi Pelabuhan Merak, kali ini Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek yang turut meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Selasa (14/7). Moeloek memantau kesiapan pelabuhan terutama kesiapan posko kesehatan dan kesehatan pemudik.  

Menkes tiba di Pelabuhan Merak dan langsung masuk ke kantor untuk mendengarkan penjelasan dari GM PT ASDP Indonesia Fery Cabang Merak, Yanus Lentanga dan Kepala Dinas Kesehatan Banten Sigit Wardojo. Hadir juga menyambut Menkes Kepala Dinas Kesehatan Cilegon Arriadna. 

Setelah mendengarkan penjelasan, Menkes beserta rombongan dari Kementerian meninjau posko kesfhatan yang didirikan di area pelabuhan Merak. Menkes kemudian mengecek ketersediaan makanan di atas Kapal yang sedang bersandar di dermaga satu. 

"Kami sangat perhatikan kesehatan pemudik, jangan sampai terjadi kecelakaan sehingga mengalami kecacatan bahkan kematian, terutama konsumsi makanan yang sehat selama perjalanan," kata dia. 

Setelah melakukan pengecekan di atas kapal, ia melihat ketersedian makanan. Jangan sampai, Kata Nila, melakukan perjalanan mudik dengan kondisi lelah terkena penyakit akibat mengkonsumsi makanan yang tak layak. 

"Jangan takut kekurangan makanan di atas kapal, dan Jika lelah atau sakit di Pelabuhan Merak kita sudah siapkan posko kesehatan, ada pijat refleksi juga, dokter dan obat obatan juga tersedia secara gratis," ungkapnya.  

Ia juga mengungkapkan bahwa di Banten sudah menyiapkan 96 rumah sakit rujukan baik swasta dan milik pemerintah. "Posko kesehatan ada 870, seluruh puskesmas sebanyak 1.150 juga sudah siap membantu, rumah sakit rujukan tersedia," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X