Antrean Kendaraan di Pantura Cirebon Capai 15 KM

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agung Sasongko

 Jumat 01 Aug 2014 17:14 WIB

Kendaraan bermotor pemudik memadati ruas jalur Pantura di Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada musim mudik tahun lalu. Foto: Republika/Aditya Pradana Putra Kendaraan bermotor pemudik memadati ruas jalur Pantura di Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada musim mudik tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID,  CIREBON -- Jalur pantura Cirebon dipadati arus kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta, Jumat (1/8). Bahkan, terjadi antrean kendaraan sepanjang 15 km mulai dari Tegalkarang hingga Tegalgubug.

Berdasarkan pantauan, antrean kendaraan di Tegalkarang terjadi akibat adanya pertemuan antara kendaraan yang keluar dari tol dan kendaraan yang berasal dari jalur pantura. Padatnya kendaraan di jalur pantura itu menyebabkan antrean kendaraan terjadi hingga ke dalam tol.

Antrean kendaraan dari Tegalkarang itu mengular hingga ke Tegalgubug sepanjang kurang lebih 15 km. Kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan sekitar 5 - 10 km per jam. Bahkan, kendaraan pun terpaksa harus berhenti beberapa kali.

Untuk mengurai kepadatan, polisi mengalihkan arus kendaraan, terutama roda empat, ke jalur tengah Cirebon - Bandung. Mobil yang seharusnya keluar di pintu Tegalkarang, diarahkan keluar dari pintu keluar Plumbon, kemudian diteruskan ke Palimanan - Majalengka - Cijelag - Subang.

Sedangkan untuk pemudik roda dua, tetap diarahkan ke jalur pantura.

Selain meningkatnya volume kendaraan, kepadatan arus lalu lintas juga terjadi akibat ulah warga setempat yang merusak pembatas jalan yang dibuat dari kayu dan bambu oleh polisi. Tak hanya itu, median jalan yang posisinya hampir sama dengan jalan pun digunakan warga setempat untuk melintas sembarangan. Hal tersebut seperti yang terjadi di daerah Weru sampai Jamblang.

Seorang pemudik, Arif, mengaku tidak menduga akan terjadi kepadatan di jalur pantura. Dia memperkirakan, kepadatan kendaraan akan terjadi pada Sabtu dan Ahad, seiring berakhirnya masa libur para pegawai."'Tapi hari ini pun sudah padat. Gimana nanti Sabtu dan Minggu,'' tutur Arif. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X