Jalur Mudik Selatan Sudah Normal

Rep: c61/ Red: Joko Sadewo

 Ahad 27 Jul 2014 22:39 WIB

Polisi mengatur lalu lintas pemudik motor untuk menggunakan jalur kiri di kawasan jalur selatan Nagreg, Jawa Barat. Foto: Republika/Prayogi Polisi mengatur lalu lintas pemudik motor untuk menggunakan jalur kiri di kawasan jalur selatan Nagreg, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – H-1 Lebaran arus lalu lintas di jalur mudik selatan Jawa Barat mulai kembali normal. Tidak ada kemacetan maupun tumpukan yang berarti tempo hari. Bahkan dari gerbang tol Cileunyi mengarah Rancaekek melintasi Parakanmuncang tujuan Nagreg ramai lancar. Padahal jalur tersebut merupakan rawan macet.

Disamping itu rombongan pemudik roda dua jauh lebih mendominasi, dibandingkan pengendara roda empat dan bus angkutan  umum. Komisaris  Polisi Gunawan mengatakan jumlah pengendara sepeda motor akan terus mengalir hingga nanti malam. “Tapi H-1 ini relatif lancar dan terkendali, ketimbang hari-hari sebelumnya,” ujar Gunawan, saat ditemui Pos Pam di Nagreg, Minggu, (27/7).

Gunawan menambahkan kelancaran arus lalu lintas karena puncak arus mudik telah usai, Sabtu kemarin. Kemudian yang mudik hari ini merupakan sisanya saja, dan cenderung pemudik jarak dekat, seperti dari Bandung, dan sekitarnya.

Namun, pengawasan tidak boleh longgar, bagaimanapun juga kata Gunawan kemacetan di beberapa titik kerap terjadi. Seperti di jalan-jalan depan pasar, mengingat H-1 ini pusat niaga diserbu warga untuk berbelanja kebutuhan lebaran.

Artinya kemacetan bukan karena tumpukan pemudik. Melainkan disebabkan aktivitas warga di pasar-pasar atau di jalan raya jelang Lebaran. “Yang perlu diwaspadai lebih, itu nanti malam saat takbiran,” kata Komisaris Polisi itu.

Hendrik Hardianta (36 tahun) pemudik asal Pangandaran ini mengaku perjalanan dari Cibiru hingga Nagreg lancar. Perjalanan tersebut hanya ditempuh tidak lebih dari satu jam. Padahal sehari sebelumnya perjalanan Cileunyi-Nagreg saja lebih dari dua jam. “Teman saya kemarin Bandung-Tasikmalaya hampir 10 jam dengan mobil,” jelas karyawan Kahatex itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X