Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Serang Al-Aqsha, Ustaz Bachtiar Nasir: Israel Bermental Destruktif

Selasa 19 Apr 2022 14:14 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Agung Sasongko

Israeli police is deployed in the Old City of Jerusalem, Sunday, April 17, 2022. Israeli police clashed with Palestinians outside Al-Aqsa Mosque after police cleared Palestinians from the sprawling compound to facilitate the routine visit of Jews to the holy site and accused Palestinians of stockpiling stones in anticipation of violence.

Israeli police is deployed in the Old City of Jerusalem, Sunday, April 17, 2022. Israeli police clashed with Palestinians outside Al-Aqsa Mosque after police cleared Palestinians from the sprawling compound to facilitate the routine visit of Jews to the holy site and accused Palestinians of stockpiling stones in anticipation of violence.

Foto: AP/Mahmoud Illean
Aksi Israel pada bulan Ramadhan ini merupakan ujian kesabaran umat Islam dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) penyerangan tentara Israel ke Masjid Al Aqsa digambarkan dalam Alquran surat Al Isra ayat 4-8.

"Pendudukan Zionis Israel yang telah berlangsung 74 tahun jika dihitung dari tahun 1948 maka ini semua menggambarkan apa yang ada di dalam surah Al Isra, khususnya di ayat 4," kata UBN melalui keterangan tertulisnya, kepada Republika, Selasa (19/4/2022).
 
Zionis Israel, jelas UBN, adalah mahluk bermental destruktif yang selalu melakukan kerusakan di muka bumi. Apa yang mereka lakukan saat ini adalah pengulangan demi pengulangan dari masa lalunya.
 
"Mereka orang yang memiliki mental destruktif yang memiliki kecenderungan merusak tatanan peradaban," ungkap UBN, pimpinan AQL Islamic Center ini.
 
Menurutnya, penyerangan tentara Israel pada bulan Ramadhan ini merupakan ujian kesabaran umat Islam dunia. Mereka ingin merusak ketenangan umat Islam saat beribadah puasa.
 
"Apa yang mereka lakukan saat ini adalah ingin merusak ketenangan umat Islam di bulan Ramadan," tegas dia.
 
Zionis Israel, jelas UBN, tidak menginginkan orang Islam itu tenang berpuasa. Mereka tidak rela orang Islam berislam dengan benar. Sebab jika umat Islam berislam dengan benar dengan sendirinya akan anti penjajahan, anti penistaan tempat ibadah dan anti penistaan agama. 
 
"Umat Islam juga tidak akan mau kongkalikong dengan politik yang dilakukan oleh kelompk moderat sekalipun," ujar alumni Madinah Islamic University.
 
UBN mengajak umat Islam bersatu dalam menghadapi kepongahan dan kebengisan Zionis Israel. Menghadapi Zionis Israel tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri atau ikhtiar kemanusiaan.
 
Sebab jika dari sisi manusia, Nabi Musa AS pun tidak berhasil membawa Bani Israel ke Baitul Maqdis. Sehingga mereka dihukum oleh Allah terlunta-lunta mendiaspora selama 40 tahun di Padang Tiih.
 
“Karena itu pelajaran penting, sebagai umat Muhammad Saw agar senantiasa menjadi pengikut yang setia. Membenarkan yang dibawanya, Al-Qur’an. Harus kita tingkatkan keimanan kita,” kata UBN.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA