Senin 18 Apr 2022 22:51 WIB

PLN NTT: Konsumsi Listrik NTT Meningkat 11 Persen

Hal itu seiring dengan peningkatan daya listrik tersambung pelanggan NTT.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Petugas PT PLN (ilustrasi). PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat tingkat konsumsi listrik masyarakat untuk sektor sosial dan bisnis di NTT tumbuh sebesar 11,1 persen pada kuartal I 2022.
Foto: dok. PLN UID Jateng & DIY
Petugas PT PLN (ilustrasi). PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat tingkat konsumsi listrik masyarakat untuk sektor sosial dan bisnis di NTT tumbuh sebesar 11,1 persen pada kuartal I 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG --  PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat tingkat konsumsi listrik masyarakat untuk sektor sosial dan bisnis di NTT tumbuh sebesar 11,1 persen pada kuartal I 2022 secara year on year (yoy).

"Meningkatnya konsumsi listrik sebesar 11,1 persen sejalan dengan peningkatan daya listrik tersambung pelanggan NTT yang tumbuh mencapai 13.466 Mega Volt Ampere (MVA) atau tumbuh 10,5 persen dari Maret 2021," kata General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT Agustinus Jatmiko di Kupang, Senin (18/4/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan aktivitas masyarakat yang kembali pulih di tengah pandemi Covid-19 juga mendorong konsumsi listrik terutama di sektor sosial dan bisnis.Konsumsi listrik di sektor sosial dan bisnis pada triwulan I-2022, mencapai 77 gigawatt hour (GWh) atau sebesar 27,6 persen dari total konsumsi NTT.

Sektor bisnis, lanjut dia, memiliki tingkat konsumsi terbesar yakni 59,5 GWh atau naik 8,7 persen (yoy). Sedangkan sektor sosial juga tumbuh 19,9 persen (yoy) dengan konsumsi sebesar 17,5 GWh dan sektor pemerintahan/publik tumbuh 4,9 persen (yoy) dengan konsumsi sebesar 16,3 GWh.

Jatmiko menegaskan bahwa PLN terus berupaya mencari celah pasar baru dengan menyasar berbagai sektor pembangunan yaitu pertanian, peternakan, perkebunan, serta kelautan dan perikanan. "Kami mengembangkan electrifying agriculture dan electrifying lifestyle," ujarnya.

Selain itu, PLN juga menjalankan sejumlah program yang meringankan pelanggan seperti potongan biaya tambah daya listrik dan kemudahan layanan pasang baru. "Kami akan terus memberikan layanan listrik untuk mendukung kegiatan masyarakat agar kesejahteraan meningkat serta pembangunan di daerah ini juga bisa bergerak lebih cepat," kata Jatmiko.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement