Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Ini Sejumlah Karakteristik Gejala Subvarian Omicron BA.2

Senin 18 Apr 2022 05:24 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Gejala subvarian Omicron BA.2 disebut mirip dengan alergi.

Gejala subvarian Omicron BA.2 disebut mirip dengan alergi.

Foto: www.freepik.com.
Gejala subvarian Omicron BA.2 disebut mirip dengan alergi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Subvarian Omicron, BA.2, kini sedang menyebar di berbagai belahan dunia. Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh BA.2 tampak mirip dengan pilek, flu, atau alergi. Meski begitu, beberapa ahli mengatakan bahwa gejala yang ditimbulkan oleh infeksi BA.2 memiliki karakteristik tertentu.

Secara umum, gejala Covid-19 yang ditimbulkan oleh infeksi BA.2 mirip seperti pilek. Beberapa gejala tersebut adalah nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, dan sakit kepala.

Baca Juga

Salah satu dari tanda tersebut adalah gejala yang menyerupai pilek, seperti nyeri tenggorokan. Nyeri tenggorokan ini juga bisa disertai dengan hidung tersumbat dan sakit kepala.

Selain itu, gejala Covid-19 yang disebabkan oleh BA.2 cenderung tidak memunculkan gejala khas. Pada kasus Delta misalnya, gejala khas seperti kehilangan indra penciuman dan perasa bisa terjadi. Hal yang sama tidak ditemukan pada kasus BA.2.

"Kami melihat ada presentasi klinis gejala yang berbeda pada orang yang terinfeksi Omicron dengan Delta," jelas Dr Cristina Menni dari King's College London, dilansir dari EatThis, Senin (18/4/2022).

Hal lain yang mungkin dialami seseorang bila terinfeksi BA.2 adalah perasaan lelah dan pening atau rasa seperti akan pingsan yang tak bisa dijelaskan sebabnya.

Karakteristik lain dari gejala Covid-19 akibat BA.2 adalah tidak berlangsung lama. Gejala Covid-19 akibat BA.2 cenderung memiliki durasi yang lebih singkat. Pada individu yang sudah divaksinasi, gejala yang timbul bisa lebih ringan dan lebih singkat.

Meski tampak lebih ringan, kasus infeksi BA.2 tampak mengalami peningkatan di berbagai wilayah. Untungnya, peningkatan kasus ini tidak diiringi dengan peningkatan kasus yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

"Perawatan di rumah sakit di sebagian besar tempat tampak terus stabil," jelas Dr Amaal Tokars dari Illinois Department of Public Health.

Untuk menekan penyebaran BA.2, upaya pencegahan yang perlu dilakukan sama seperti sebelumnya. Upaya pencegahan tersebut meliputi penggunaan masker yang berkualitas dan dengan cara yang benar, tidak bepergian bila tak ada kepentingan, jaga jarak fisik, menghindari kerumunan, dan tidak berkumpul di dalam ruangan tertutup bersama orang-orang yang tidak tinggal serumah.

Hal yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan tangan. Kebersihan tangan ini bisa dijaga dengan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer bila air dan sabun tak tersedia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA